Cari Artikel

Tampilkan postingan dengan label kesehatan ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan ibu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Langkah Tepat Supaya Lancar Menyusui

Setelah bayi mungil terlahir ke dunia ini, seorang ibu tentu ingin bisa menyusui bayinya dengan lancar. Berbagai persiapan dilakukan, dengan harapan sang buah hati bisa mendapatkan ASI secara maksimal. Seorang ibu yang akan menyusui bayinya memang perlu mengetahui tehnik menyusui yang benar, meliputi perawatan payudara, cara-cara menyusui yang benar dan beberapa hal terkait dengan kelancaran aktifitas menyusui. Terlebih lagi bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan tentu butuh dorongan supaya bisa percaya diri bahwa dirinya mampu menyusui dengan baik. Ketidaktahuan ibu tentang hal-hal yang berkaitan dengan menyusui justru akan menghambat proses menyusui itu sendiri dan tentunya akan berdampak kurang baik pada ibu dan bayinya.
Merawat Payudara Ketika Hamil
Supaya bisa menyusui dengan lancar, perlu dilakukan perawatan pada payudara sejak masih hamil. Memasuki usia kehamilan 6-8 pekan terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran payudara yang terasa lebih padat, kencang, sakit, dan tampak jelas gambaran pembuluh darah dipermukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery daerah areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) tampak lebih nyata dan menonjol.
Perawatan payudara yang diperlukan sebagai berikut :
  • Mengganti BH sejak hamil usia 2 bulan dengan ukuran yang lebih sesuai dan dapat menopang perkembangan payudara. Biasanya diperlukan BH dengan ukuran 2 nomor lebih besar.
  • Latihan gerakan otot badan yang berfungsi menopang payudara untuk menunjang produksi ASI dan mempertahankan bentuk payudara setelah selesai masa menyusui. Latihan yang bisa dipraktekkan di rumah oleh ibu : Duduk sila di lantai. Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri (dekat siku), tangan kiri memegang lengan bawah kanan. Angkat kedua siku hingga sejajar pundak. Tekan pegangan tangan kuat-kuat ke arah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara.
  • Menjaga kebersihan sehari-hari, termasuk payudara, khususnya daerah puting dan areola.
  • Setiap mandi, puting dan areola tidak disabuni untuk menghindari keadaan kering dan kaku akibat hilangnya “pelumas” yang dihasilkan kelenjar Montgomery.
  • Sejak usia kehamilan 7 bulan, lakukan persiapan puting agar lentur, kuat, dan tidak ada sumbatan, setiap hari sebanyak 2 kali. Cara melakukan : Kompres masing-masing puting selama 2-3 menit dengan kapas dibasahi minyak. Tarik dan putar puting ke arah luar 20 kali, ke arah dalam 20 kali untuk masing-masing puting. Pijat daerah areola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan ke puting dan sekitarnya. Bersihkan payudara dengan handuk lembut.
  • Mengoreksi puting yang datar atau terbenam agar menyembul keluar dengan bantuan pompa puting pada pekan terakhir kehamilan sehingga siap untuk disusukan pada bayi, atau bisa juga secara manual (menarik puting keluar menggunakan tangan).
Supaya Sehat dan Lancar Menyusui
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibu hamil sehat dan mampu menyusui bayinya :
  • Ibu harus tercukupi kebutuhan nutrisinya baik secara kuantitas maupun kualitas selama masa kehamilan.
  • Wanita hamil sebaiknya tidur 8 jam sehari. Kegiatan dan gerakan sehari-hari harus memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi. Di antara waktu kegiatan diperlukan istirahat guna melemaskan otot-otot. Bagi wanita bekerja, perlu diatur agar cuti hamil dan bersalin diambil sebanyak mungkin setelah bersalin sehingga dapat menyusui bayinya selama mungkin sebelum kembali bekerja.
  • Ibu seharusnya tidak merokok dan menjauhi asap rokok orang lain, tidak minum alkohol dan mengurangi kopi serta minuman yang mengandung soda karena dapat mengurangi kemampuan usus menyerap kalsium dan zat besi.
  • Pemakaian obat selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama menjelang persalinan agar tidak berpengaruh terhadap proses menyusui.
  • Kontrol kehamilan secar teratur ke dokter atau bidan. Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk bertanya (konsultasi) dan buat perencanaan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah bayi lahir. Tanyakan secara detail mengenai tahapan dalam melakukan IMD untuk meningkatkan keberhasilan menyusui dan demi mendapatkan banyak manfaat dari proses IMD itu sendiri.
  • Memperhatikan dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi dan mulut karena dapat menjalar pada organ lain dan mengganggu kehamilan.
  • Memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan pakaian nyaman saat di dalam rumah, yaitu yang longgar, ringan, mudah dipakai dan menyerap keringat.
Tehnik Menyusui yang Benar
Berikut ini beberapa langkah yang perlu diketahui ketika menyusui bayi :
  • Ibu harus menyusui dalam keadaan tenang. Minum segelas air sebelum menyusui, hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus.
  • Sebelum menyusui hendaknya ibu memilih tempat yang nyaman, tenang, dan tentunya terjaga dari pandangan orang lain. Siapkan pula kursi dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi.
  • Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci bersih supaya puting dan areola tidak terkena kuman. Ketika akan menyusui, tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI kemudian oleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan kedua payudara dari pemakaian BH.
  • Posisi ibu dan bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi menyusui dengan tenang dan badannya menempel betul pada ibu. Menyusui yang baik dan benar adalah ketika mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara dan mulut bayi membuka lebar sehingga sebagian besar areola tertutup mulut bayi. Dengan posisi itu, bayi akan leluasa mengisap ASI pelan-pelan tapi kuat dan ibu pun tidak merasa kesakitan. Sebaiknya posisi puting dan lengan bayi berada pada satu garis lurus.
  • Berikan ASI sesuka bayi (on demand) dan tidak usah dijadwal. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian, masing-masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Berikan ASI sampai payudara terasa kosong.
  • Untuk mencegah lecet, setelah selesai menyusui segera oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara, baru kemudian BH dipakai kembali. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi supaya bersendawa.
  • Tegakkan punggung bayi dan dekatkan pada dada ibu supaya bayi bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
Apakah Bayi Cukup Mendapatkan ASI?
Bayi sejak lahir sampai usia 4-6 bulan dianggap cukup mendapat ASI bila berat badan lahir pulih kembali setelah bayi berusia 2 pekan, kenaikan berat dan tinggi badan sesuai dengan kurva pertumbuhan, bayi banyak mengompol (sampai 6 kali atau lebih dalam sehari), bayi menyusu dengan kuat kemudian melemah hingga tertidur, dan payudara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding sebelum disusukan.
Ketika Harus Bekerja
Usahakan jangan berikan dot atau empeng di luar waktu menyusui. Jika terpaksa ibu tidak dapat menyusui bayinya (misalnya karena bekerja), berikan ASI yang sudah diperas dengan menggunakan sendok. Jangan lupa untuk mensterilkan wadah penyimpan ASI sebelum digunakan. Jika disimpan, ASI bisa bertahan selama :
  • 4-8 jam bila disimpan pada suhu 19-25°C.
  • 1-2 hari bila disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4°C (bukan freezer).
  • 2 bulan di dalam freezer lemari es satu pintu.
  • 3-4 bulan di dalam freezer (pintu terpisah).
Yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusui
  • Walaupun umumnya keadaan gizi ibu hanya mempengaruhi kuantitas (jumlah) dan bukan kualitas ASI, konsumsi makanan sebaiknya tidak dibatasi. Penurunan berat badan sesudah melahirkan jangan lebih dari 0,5 kg setiap pekan. Selama menyusui, ibu harus memperhatikan asupan nutrisi pada makanan yang dikonsumsinya. Yaitu mengandung cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dalam menu sehari-hari bisa ditambah makanan yang merangsang produksi ASI seperti daun katuk dan daun pepaya. Karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak, ibu menyusui dianjurkan minum air 8-12 gelas sehari.
  • Ibu menyusui tentunya mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit, apalagi terkadang ibu harus terbangun malam karena bayi menangis dan meminta ASI. Oleh karena itulah ibu menyusui membutuhkan istirahat dan tidur cukup supaya tenaganya pulih kembali.
  • Ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter (tenaga kesehatan) karena ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.
  • Ibu bisa melakukan pijat payudara menggunakan minyak kelapa atau zaitun untuk memperbaiki aliran ASI agar lancar. Tahap-tahap pijat payudara sebagai berikut :
- Gunakan jari-jari untuk mengusap payudara secara lembut dengan arah menjauhi puting.
- Pijat lembut payudara seolah menguleni, menggunakan gerakan mengangkat dan menekan.
- Gunakan tangan secara lembut dan hati-hati untuk memuntir payudara searah dan berlawanan arah jarum jam.
- Gunakan kedua tangan untuk menekan secara perlahan daerah sekitar areola payudara untuk mengeluarkan cairan susu. Kemudian oleskan sebagian cairan susu ke puting payudara.
  • Anjurkan ibu yang mengalami masalah ketika menyusui untuk berkonsultasi pada tenaga terlatih di pusat pelayanan kesehatan. Suami, keluarga, dan orang-orang terdekat hendaknya selalu memberi dukungan moral supaya ibu bisa melalui masa-masa menyusui dengan baik.
  • Hindari stres karena stres akan mempengaruhi produksi ASI. Seorang ibu harus percaya diri bahwa ASI saja sudah cukup, tidak perlu ditambah susu formula. Berikan pengertian kepada orang-orang di sekitar ibu (suami, orangtua, mertua) bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Karena dukungan dari orang sekitar sangat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
MPASI dan Menyapih
Makanan selain ASI (MPASI/Makanan Pendamping ASI) hendaknya diberikan mulai usia bayi 6 bulan. Bila ibu bekerja, hendaknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan pada saat ibu ada di rumah. Setelah bayi cukup mendapatkan ASI selama 2 tahun, bayi bisa disapih secara bertahap dengan meningkatkan frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI dalam kurun waktu 2-3 bulan (jangan dihentikan mendadak).
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan seorang ibu ketika menyusui. Persiapan menyusui perlu dilakukan sejak ibu masih di awal kehamilan sampai menjelang persalinan. Persiapan yang matang dan kesiapan mental seorang ibu insyaallah akan banyak membantu ketika melakukan aktivitas menyusui. Sebaiknya ibu banyak bertanya dan belajar tentang masalah menyusui. Jangan lupa untuk memperbanyak do’a supaya proses menyusui berjalan lancar.
muslimah.or.id
Penulis : dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi :
  • Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Eksklusif. Dr. Utami Rosli, SpA., MBA., IBCLC. Penerbit Pustaka Bunda. Jakarta.
  • Kapita Selekta Kedokteran UI Jilid 1. Arief Mansjoer (editor) dkk. Tahun 1999. Penerbit Media Aesculapius, Universitas Indonesia, Jakarta.
  • Manajemen Laktasi, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
READ MORE - Langkah Tepat Supaya Lancar Menyusui

Ngidam dalam Tinjauan Syariat

Penjelasan Syaikh Muhammad Ali Farkus:
Ngidam (al-wahmu) sudah dikenal secara bahasa, yaitu sesuatu yang diinginkan oleh wanita yang sedang hamil. sebagaimana yang disebutkan al-Jauhari dalam kitab as-Shihah (5:2049), Ibn Atsir dalam an-Nihayah (5:162), dan Ibn Faris dalam Maqayis al-Lughah (6:93) serta beberapa pakar bahasa lainnya.
Akan tetapi, anggapan yang banyak tersebar di masyarakat kita saat ini bahwa wanita hamil yang menginginkan sesuatu, jika tidak dipenuhi keinginannya maka nantinya akan keluar bentuk tertentu dari badan anak yang dilahirkan sesuai dengan yang diinginkan ibunya, (atau anak ini akan menjadi anak yang kurang normal, karena suka mengeluarkan liur). Terkait keyakinan ini, saya belum mengetahui adanya keterangan apapun dalam syariat tentang hakekat ‘bentuk sesuatu yang keluar dari badan bayi’ sebagaimana yang disampaikan. demikian pula saya tidak tahu kebenaran anggapan ini melalui informasi yang sampai kepada saya.
Hanya saja, hal ini terkenal di kalangan para wanita. apabila kita menerima anggapan ini, bahwa jika tidak memenuhi keinginan wanita itu akan menimbulkan dampak buruk maka kita wajib mencegah terjadinya dampak buruk semacam ini, dengan berusaha mewujudkan apa yang diinginkan wanita hamil. ini dalam rangka mengamalkan kaidah:
“Menolak dampak buruk itu lebih diutamakan dari pada mewujudkan satu kemaslahatan.”
Akan tetapi, jika hal ini tidak memberikan dampat buruk maka tidak boleh kita nyatakan hukumnya wajib untuk memenuhi keinginan wanita yang ngidam, selain sebatas untuk mewujudkan rasa kasih sayang antar-suami istri. karena jika hal ini wajib, tentu akan ada dalil yang menjelaskannya dan tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberikan penjelasan yang jelas karena keterangan semacam ini dibutuhkan dan termasuk perkara yang tersebar di masyarakat. Sementara segala sesuatu yang menimbulkan dampak buruk kepada hamba, pasti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengingatkannya. Karena beliau adalah orang yang telah menunaikan amanah dan menyampaikan risalah… (40 Sualan fi Ahkam al-Maulud, hal. 102 – 103).
Penjelasan Syaikh Munajid
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah…
Pertama, ‘ngidam’ yang dialami oleh wanita yang sedang hamil, terutama di awal kehamilan merupakan fenomena yang diakui secara kedokteran, sebagai salah satu dampak kehamilan…. umumnya wanita yang hamil memiliki tabiat yang aneh di masa awal kehamilannya. Ada yang begitu suka dengan suami dan bau suami, dan ada yang sebaliknya, ada yang suka makan es, bahkan ada yang suka makan arang! Dan kondisi psikologis yang aneh lainnya, yang tidak mungkin bisa disebutkan semuanya… karena itu, selayaknya anggota keluarga memperhatikan keadaan orang hamil yang sedang ngidam, dengan berusaha meminimalisir segala kemungkinan yang akan menimbulkan masalah yang lebih besar.
Kasus ngidam yang terjadi pada wanita hamil ini telah membingungkan ahli medis. Ada berbagai macam komentar dan pendapat yang mereka sampaikan. Mereka kesulitan memahami fenomena semacam ini. Ada sebagian pakar kedokteran yang mnyebutkan bahwa diantara terapi yang mungkin bisa dilakukan adalah menghindari terlalu banyak berpikir atau menginginkan sesuatu.
Apapun itu, ngidam adalah perkara yang hakiki, dan tidak bisa diingkari hal ini terjadi pada kehidupan wanita hamil, juga tidak dinafikan secara medis. Karena itu, bagi anggota keluarga hendaknya memberikan penanganan yang sesuai untuk wanita hamil, dengan catatan, jangan sampai mengizinkan untuk makan makanan yang haram atau yang membahayakan, seperti arang, rambut. Kemudian bisa diarahkan untuk mengkonsumsi makanan yang lain, atau diarahkan untuk bisa dekat dengan suaminya dan anak-anaknya. Karena banyak terjadi perceraian di awal kehamilan, sebabnya adalah suami tidak memahami kondisi istrinya yang sedang ngidam atau tidak mampu memberikan penanganan yang sesuai bagi wanita ngidam.
Kedua, hal terbaik yang bisa kami nasehatkan untuk dijadikan terapi kondisi psikologis bagi wanita ngidam adalah al-Quran. Allah menjadikan al-Quran sebagai petunjuk dan obat. Allah berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَاراً
“Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al-Isra’: 82)
Syaikh as-Sinqithi mengatakan:
Firman Allah dalam ayat ini : [مَا هُوَ شِفَآءٌ ] “menjadi obat”, mencakup semua fungsi obat, baik bagi penyakit hati, seperti keraguan, kemunafikan, dan yang lainnya, maupun untuk badan, dalam bentuk ruqyah. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang shahih tentang sahabat yang meruqyah orang yang tersengat binatang berbisa dengan membacakan surat al-Fatihah. (Adhwaul Bayan, 3: 253)
…
Allahu a’lam
Sumber: http://www.islamqa.com/ar/ref/108533/%D9%88%D8%AD%D9%85
Beberapa catatan penting yang bisa kita simpulkan dari dua keterangan di atas:
  1. Ngidam bagi wanita hamil bukan hayalan, bukan khurafat, bukan sekedar sugesti, tapi ada dan terbukti secara kenyataan.
  2. Proses ngidam diakui secara kedokteran sebagai reaksi dari awal kehamilan. Hanya saja, untuk sementara ini belum ada kesimpulan yang bisa dijadikan acuan untuk memahami hakekat ngidam.
  3. Islam tidaklah menolak realita. Meskipun tidak terdapat keterangan dari syariat tentang ngidam, bukan berarti bahwa islam menganggap hal itu tidak ada. Dengan demikian, meyakini kebenaran dan keberadaan ‘ngidam’ bukan keyakinan khurafat tanpa dasar. Karena itu, meyakini adanya ngidam tidak termasuk penyimpangan dalam pemahaman.
  4. Mengakaitkan ngidam dengan keinginan jabang bayi atau meyakini adanya dampak yang timbul ketika ngidam tidak dipenuhi, adalah anggapan yang perlu dikritisi. Karena kita tidak boleh meyakini sesuatu tanpa dasar. Meyakini sesuatu tanpa dasar, baik secara syariat, realita, mapun bukti ilmiyah adalah keyakinan khurafat yang terlarang.
  5. Yang lebih penting, hendaknya pihak keluarga, terutama suami memberikan perhatian yang terbaik untuk wanita yang sedang hamil. Terutama pada masa ngidam. Sikap cuek, tidak peduli, tidak perhatian, bisa jadi justru akan menimbulkan masalah baru.
  6. Kita yakin bahwa setan tidak tinggal diam dalam hal ini, mengingat semangat mereka untuk membinasakan anak Adam. Karena itu, bisa jadi ada wanita ngidam untuk hal yang bertolak belakang dengan syariat, seperti ingin makan makanan yang haram atau makanan yang berbahaya. Kewajiban keluarga adalah melarangnya dan tidak boleh dipenuhi. Sebagai solusi bisa diganti dengan sesuatu yang halal.
  7. Ngidam benci suami. Ini satu hal yang tidak diingkari. Karena itu, hendaknya masing-masing berusaha saling memahami dan mencari solusi terbaik.
  8. Syaikh Muhammad al-Munajid ditanya wanita yang sangat benci anaknya ketika ngidam. Baliau mengatakan: “Kami tidak heran dengan apa yang terjadi pada ibu terhadap putrinya. Karena itu, selayaknya pihak keluarga memberikan perhatian dan memberikan solusi yang tidak menimbulkan masalah bagi ibu atau menyebabkan hilangnya kasih sayang kepada putrinya atau si ibu menyakiti putrinya. Karena itu, sebagai solusi hendaknya keluarga mencarikan tempat yang sesuai untuk putrinya, selama masa ngidam ibunya.” (islamqa.com)
  9. Terapi dan pengobatan secara syar’i adalah dengan ruqyah.
Allahu a’lam
***
muslimah.or.id
penyusun: Ustadz Ammi Nur Baits
READ MORE - Ngidam dalam Tinjauan Syariat

Depresi Pasca Persalinan

Mengenal Depresi Pasca Persalinan
Depresi pasca persalinan adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 pekan. Hal ini dapat berlangsung hingga beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tidak diatasi. Satu hal yang perlu diketahui, sebenarnya selain depresi pasca persalinan, terdapat jenis depresi yang lebih ringan pada ibu setelah melahirkan, yaitu maternity blues atau post partum blues atau baby blues, yaitu gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan setelah melahirkan antara hari ke-7 hingga 14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pada pembahasan kali ini akan dikupas mengenai depresi pasca persalinan, karena perlu penanganan yang lebih serius dibandingkan dengan baby blues
Apa Saja Tanda dan Gejalanya?

Gejala-gejala yang ditemukan pada depresi pasca persalinan serupa dengan gejala gangguan depresi pada umumnya namun berkaitan dengan fungsi, peran, dan tanggung jawab sebagai ibu, terutama dalam merawat atau mengurus bayi. Gejala-gejala tersebut yaitu seperti adanya perasaan sedih, mudah marah, dan ingin marah saja, gelisah, hilangnya minat dan semangat yang nyata dalam aktivitas sehari-hari yang sebelumnya disukai, enggan dan malas mengurus anaknya, sulit tidur atau justru terlalu banyak tidur, nafsu makan menurun atau sebaliknya meningkat hingga mengalami penurunan atau pertambahan berat badan yang bermakna, merasa lelah atau kehilangan energi, kemampuan berpikir dan konsentrasinya menurun, merasa bersalah, merasa tidak berguna hingga putus asa dan mempunyai ide-ide kematian yang berulang (berupa ingin bunuh diri atau bahkan ingin membunuh bayinya).
Tanda dan gejala tersebut dapat muncul bersamaan sekaligus atau hanya sebagian saja. Yang jelas, karena mengalami tanda dan gejala tersebut, seorang ibu akan mengalami perasaan tertekan sehingga sulit atau tidak dapat menjalankan fungsi dan aktivitasnya sehari-hari. Oleh karena itu, ibu yang mengalami kondisi ini harus segera ditolong, agar tidak terjadi kondisi yang membahayakan dirinya atau bayinya.
Apa Penyebabnya?

Penyebab yang pasti hingga kini belum diketahui dan masih dalam penelitian para ahli. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya depresi pasca persalinan, antara lain :
1. Rendahnya atau ketidakpastian dukungan suami dan keluarga.
2. Keadaan atau kualitas bayi. Masalah pada bayi tersebut antara lain adanya komplikasi kelahiran (misalnya perdarahan yang terlalu banyak atau ibu mengalami infeksi, bayi yang lahir dengan jenis kelamin yang tidak diharapkan, atau lahir dengan cacat bawaan).
3. Tidak siapnya seorang ibu dalam menyambut kehadiran bayinya (kehamilan yang tidak diharapkan).
4. Adanya stressor (pemicu stress) bagi seorang ibu, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun kejiwaannya.
5. Terdapatnya riwayat depresi sebelumnya atau masalah emosional lainnya pada seorang ibu.
6. Perubahan produksi hormon (progesteron, estrogen, prolaktin, dan kortisol) pada masa nifas.
7. Keengganan ibu yang melahirkan untuk mengungkapkan perasaan sedihnya, karena menganggap rasa sedih setelah melahirkan akan hilang dengan sendirinya.
Faktor-faktor risiko ini perlu ditelusuri untuk membantu proses penyembuhan dan mengantisipasi kondisi berulangnya depresi setelah persalinan bayi berikutnya.
Adakah Dampaknya Terhadap Anak Yang Dilahirkan?
Pada ibu yang mengalami depresi pasca persalinan, minat dan ketertarikan terhadap bayinya menjadi berkurang. Ibu sering tidak berespon positif (menyambut dengan hangat komunikasi yang dilakukan oleh bayinya, baik melalui suara tangis, tatapan mata, ataupun gerak tubuh) sehingga bayi akan berusaha lebih keras untuk menarik perhatian ibunya. Misalnya pada saat merasa bingung, bayi memerlukan kenyamanan atau penentraman, maka biasanya ia akan menangis. Bila ibu juga bingung atau marah atau sedih, maka bayi akan menangis dengan suara lebih keras atau mungkin disertai gerakan tubuh tertentu agar ibunya bisa menolongnya. Namun, ibu yang sedang depresi tidak mampu mengenali kebutuhan bayinya sehingga tidak dapat berespon seperti yang diharapkan dan dibutuhkan.
Ibu yang depresi juga tidak mampu merawat bayinya secara optimal, karena merasa tidak berdaya atau tidak mampu sehingga akan menghindar dari tanggung jawabnya. Akibatnya, kondisi kebersihan dan kesehatan bayinya pun menjadi tidak optimal. Ibu juga tidak bersemangat menyusui bayinya sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayinya tidak seperti bayi-bayi yang ibunya tidak mengalami depresi.
Akibat lain depresi pasca persalinan yaitu hubungan ibu dan bayi juga tidak optimal sehingga di kemudian hari kepribadian anak menjadi kurang matang. Anak-anak tersebut memiliki ciri-ciri, antara lain bertemperamen negatif (mudah tersinggung, mudah marah, kurang bisa bertoleransi dengan orang lain), kurang bisa beradaptasi, intelegensi dan prestasi akademik tidak optimal, sulit bekerjasama dengan teman sebaya, kurang fokus dan konsentrasi sehingga mengganggu kegiatan belajar, bahkan dimungkinkan juga akan memiliki perilaku yang menyimpang (suka menentang, membolos, bahkan mencuri).
Dapatkah Diobati?
Depresi pasca persalinan insyaallah dapat diatasi dan diobati bila tanda dan gejalanya dikenali, baik oleh ibu yang mengalami atau orang-orang terdekat. Sebaliknya, bila dibiarkan berlarut-larut dan tanpa upaya pengobatan akan berakibat buruk bagi ibu, bayi, dan anggota keluarga lainnya. Pemberian obat bukan merupakan prioritas utama, bahkan sedapat mungkin dihindari oleh dokter mengingat ibu masih menyusui bayinya. Obat hanya diberikan pada kondisi yang sangat mendesak misalnya ibu sangat gelisah atau pada kondisi yang mengancam keselamatan diri ibu dan bayinya. Pada kondisi seperti ini biasanya ibu dianjurkan untuk dirawat secara intensif sampai kondisinya tenang dan stabil.
Program pengobatan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Pengobatan terhadap ibu
a. Latihan relaksasi, bisa dengan rekreasi, melakukan kegiatan yang disenangi, dan lain-lain.
b. Restrukturisasi kognitif, yaitu dengan menentang perilaku dan pikiran negative yang muncu.
c. Pemecahan masalah, yaitu pemberian alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi ibu.
d. Komunikasi, yaitu melatih kemampuan ibu untuk mengutarakan perasaannya kepada orang-orang terdekat.
e. Menghibur ibu dengan berbagai cara, seperti dengan memberi perhatian dan hadiah yang disukai, memasakkan makanan kesukaan, menceritakan hal-hal yang menyenangkan, dan lain-lain.
f. Bila gejala berat baru diberikan obat anti depresi.
2. Pengobatan terhadap hubungan ibu dan bayinya
a. Menganjurkan ibu untuk merawat bayinya sesering mungkin.
b. Menyediakan tempat yang nyaman bagi ibu dan bayinya.
c. Mengajarkan ibu untuk melakukan kontak fisik dengan bayinya seperti menyentuh, mencium, memeluk, dan memijat bayinya dengan lembut.
d. Melibatkan anggota keluarga yang lain dalam merawat bayi (seperti suami, nenek, dan lainnya).
e. Mengajak ibu dan bayinya untuk sesekali menghirup udara di luar rumah, karena udara segar bisa memperbaiki perasaan ibu dan bayinya.
f. Menyarankan ibu yang sedang muncul perasaan negatifnya (marah, lelah, frustasi, kesepian) untuk meninggalkan bayinya sejenak bersama orang lain. Setelah tenang dan stabil, ibu bisa menemui bayinya kembali.
Kenali dan Hindari
Depresi pasca persalinan dapat dicegah apabila para calon ibu, suami, dan keluarga mengetahui faktor-faktor risikonya. Bila ada salah satu dari faktor risiko tersebut, diharapkan para calon ibu dapat menghindarinya, atau bila tidak dapat dihindari sebaiknya segera mencari pertolongan profesional (dokter, psikiater) agar pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Dengan demikian, diharapkan setiap ibu yang baru saja melahirkan mampu berfungsi optimal dalam merawat, mengasuh, dan mendidik anaknya hingga menjadi seseorang dengan jiwa dan kepribadian yang sehat.
Sudah seharusnya setiap muslimah memahami betapa anak yang diamanahkan Allah pada dirinya harus dirawat dengan baik. Oleh karena itu, selain upaya-upaya yang telah disebutkan di atas, hendaknya setiap calon ibu membekali diri dengan ilmu agama dan ilmu yang mendukung perannya dalam mengasuh dan mendidik anak. Demikian penjelasan mengenai depresi pasca persalinan, semoga bermanfaat.
***
Penulis : dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah
Referensi :
1. dr. Sylvia D. Elvira, SpKJ (K), Buku “Depresi Pasca Persalinan”. Tahun 2006. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , Jakarta.
2. dr. Rusdi Maslim, Sp. KJ (editor), Buku Saku “Diagnosis Gangguan Jiwa”, Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. Tahun 2002, Jakarta.
3. Heidi Murkoff, dkk. Buku ”Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan”. Tahun 2006. Penerbit Arcan, Jakarta.
Artikel Muslimah.or.id
READ MORE - Depresi Pasca Persalinan

Selasa, 06 Desember 2011

Seks Aman untuk Perempuan Hamil

Hamil tidak harus berarti stop berhubungan seks lagi. Pasangan suami istri masih dapat melakukan hubungan seks, kecuali jika ada alasan medis dan atas saran dari dokter untuk tidak melakukannya.
Akan tetapi pada saat kehamilan sudah semakin membesar maka perut akan semakin besar pula, sehingga disarankan agar perempuan hamil perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman.
Beberapa pakar kesehatan menegaskan, pada kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama, pasutri masih harus waspada dan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dulu. Hal ini berlandaskan pada alasan karena tiga bulan pertama merupakan masa rawan di mana janin mulai terbentuk. Kalau terkena benturan sedikit, janin rawan keguguran.
Namun demikian, berhubungan seks saat hamil tidaklah membahayakan bila dilakukan dengan sangat hati-hati. Bahkan, beberapa pakar kandungan mengatakan bahwa melakukan hubungan intim sangat dianjurkan untuk memperlancar proses persalinan.
Berikut ini adalah posisi seks yang aman dilakukan pada kehamilan trimester II:
1. Woman on Top; Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak perempuan hamil terutama karena dapat menghindari tekanan yang berlebihan pada bagian perut dan sekaligus dapat mengontrol kedalaman penetrasi.
2. Sitting Style; Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut di mana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan perempuan duduk di atasnya saling berhadapan atau membelakangi sang pria, bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan perempuan untuk mengontrol kedalaman penetrasi.
3. Posisi laki-laki di atas tetapi berbaring hanya sepatuh tubuh.
4. Standing Style.
Mengenai 'strategi' pemilihan posisi saat berhubungan seks ini sangat beragam, semua tergantung pada kesiapan fisik dan psikis yang bersangkutan. Bagi sebagian perempuan, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual, tetapi bagi sebagian lain tidak berpengaruh. Sementara bagi perempuan yang lain, kehamilan justru menekan atau menurunkan dorongan seksual.
Sementara itu, seks ketika hamil dipengaruhi oleh beberapa hal yang berbeda-beda. Hal-hal yang mempengaruhi aktivitas seksual seseorang ketika sedang hamil, yaitu:
* Kepercayaan yang telah dimiliki tentang seks
* Kepercayaan yang pasangan miliki tentang seks
* Kondisi fisik pada saat kehamilan
* Kondisi emosional pada saat kehamilan
Di luar dari faktor-faktor tersebut, sebenarnya seks pada saat kehamilan bisa lebih nikmat. Cairan vagina lebih meningkat dan perubahan pada area genital membuat beberapa orang justru lebih bisa merasakan orgasme.
Sekedar mengingatkan, apapun jenis posisinya, usahakan bahwa yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini hendaknya TIDAK memberikan tekanan ke bagian perut perempuan hamil.
(perempuan.com)
READ MORE - Seks Aman untuk Perempuan Hamil

Minum Kopi Bisa Bahayakan Ibu Hamil

Secangkir kopi punya banyak banfaat, mulai dari sekedar mengatasi kantuk hingga mengurangi risiko kanker. Namun ibu hamil tidak boleh sembarangan minum kopi, karena terlalu banyak kafein malah bisa membahayakan kandungan dan jantung.
Dalam kondisi normal, efek kafein akan mulai berkurang dalam waktu 5 jam sejak masuk ke dalam tubuh. Namun dalam kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, waktu paruh atau waktu penguraiannya di dalam tubuh bisa menjadi lebih lama yakni 30 jam.
Makin lama kafein bertahan di dalam tubuh, makin besar pula kemungkinan efek samping yang ditimbulkannya. Apalagi jika dikonsumsi dalam kadar yang berlebih, maka kafein bisa meningkatkan irama jantung, memicu sakit kepala, nyeri dada, rasa gelisah dan juga kram perut.
Para ahli dari Glasgow University di Skotlandia mengatakan, ibu hamil tetap boleh minum kopi asal kandungan kafeinnya tidak lebih dari 200 mg/hari. Ini berarti, kopi espresso tidak dianjurkan karena memang disarikan dengan sangat pekat sehingga kadar kafeinnya sangat tinggi.
Penelitian yang dilakukan para ahli tersebut menunjukkan, sebagian besar kopi espresso yang dijual di warung-warung kopi di Skotlandia mengandung kafein di atas batas aman bagi ibu hamil. Dari 20 warung kopi yang menyajikan kopi espresso, hanya 1 yang kadar kafeinnya dalam batas aman.
"Variasinya cukup besar. Yang kafeinnya rendah masih bisa diminum 4 kali sehari oleh ibu hamil. Tapi yang kadarnya berlebih, 1 cangkir saja sudah bisa memicu overdosis," ungkap Dr Alan Crozier yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (2/12/2011).
Selain pada ibu hamil, kondisi lain yang tidak disarankan untuk mengonsumsi kopi berlebihan adalah pada anak kecil dan penderita gangguan hati. Pada kondisi tersbeut, kerja hati tidak optimal sehingga risiko overdosis kafein meningkat karena metabolismenya lambat.
( detikhealth.com )
READ MORE - Minum Kopi Bisa Bahayakan Ibu Hamil

Senin, 05 Desember 2011

Tips Melancarkan ASI

ASI merupakan makanan pokok bagi bayi setelah dia dilahirkan di dunia. Mendapatkan ASI yang lancar pasca melahirkan merupakan dambaan tiap ibu karena ASI sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang sang buah hati.
Pemberian ASI ekslusif kepada bayi sangat dianjurkan sampai bayi berusia enam bulan. Namun tidak semua ibu beruntung memiliki ASI yang lancar bahkan ada beberapa yang tidak mengeluarkan ASI.
Pasti keadaan tersebut membuat si ibu kecewa karena tidak bisa memenuhi kebutuhan utama sang buah hati.
Meski demikian, ada cara-cara yang mungkin bisa ditempuh untuk melancarkan ASI. Berikut ini merupakan tips melancarkan ASI.
Untuk memperlancar ASI, hendaknya si ibu yang sedang menyusi bayinya rajin mengonsumsi susu khusus untuk ibu menyusui karena dalam susu tersebut terkandung banyak zat-zat vitamin dan mineral yang berguna untuk memperlancar ASI di antarannya kandungan kalsium.
Seraya rajin minum susu, hendaknya si ibu juga menjaga pola makannya karena hal ini juga berpengaruh pada kelancaran ASI yang dikeluarkan ibu.
Untuk memperlancar Asi hendaknya ibu memperbanyak mengkonsumsi makanan sayur-sayuran hijau. Sayu-sayuran hijau ini banyak ditemukan di sekitar rumah seperi daun bayam, daun pepaya, dan daun katuk.
Daun katuk merupakan salah satu daun yang dipercaya bisa membantu memperlancar ASI dan kini di pasaran banyak sekali dijumpai ekstrak daun katuk guna mempermudah untuk memperoleh dan mengonsumsinya.
Selain sayur-sayuran hijau, ibu bisa memperbanyak makan kacang-kacangan.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk memperlancar Asi adalah dengan memberikan rangsangan pada payudara dengan cara sering menyudukannya pada bayi. Ini merupakan salah satu cara alami yang bisa membantu memperlancar keluarnya ASI.
Selama menyusui bayi hendaknya ibu dalam kondisi tenang dan rileks karena emosi yang ibu rasakan akan mempengaruhi ASI yang ia keluarkan.
pakarbayi.com
READ MORE - Tips Melancarkan ASI

Sabtu, 03 Desember 2011

Faktor Resiko Melahirkan Prematur

Disebut kelahiran prematur jika janin lahir sebelum kehamilan memasuki usia 37 minggu. Di Amerika Serikat hampir 10% bayi yang lahir merupakan bayi prematur.
Berikut merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan ibu hamil melahirkan bayi prematur.
  • Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya.
  • Perokok atau pemakai kokain/narkoba.
  • Kehamilan ganda/kembar.
  • Janin yang dikandung mengalami kelainan kromosom.
  • Ibu hamil dengan abnormalitas serviks atau rahim.
  • Mengalami pembedahan perut selama kehamilan.
  • Mengalami infeksi selama kehamilan.
  • Perdarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.
  • Sangat kurus atau pemeriksaan kehamilan yang tidak benar.
  • Memiliki ibu atau nenek yang mengkonsumsi obat DES (diethylstilbrestol).
    blogdokter.net
READ MORE - Faktor Resiko Melahirkan Prematur

Jumat, 02 Desember 2011

4 Perubahan Payudara pada Ibu Hamil

Hal yang paling tampak ketika Anda hamil bukan hanya perut yang mulai membesar, tetapi juga payudara. Payudara juga akan mengalami berbagai perubahan lain, yang mungkin akan sedikit membuat Anda gelisah. Namun ingatlah, bagian tubuh Anda inilah yang kelak akan memberi kehidupan pada bayi yang baru lahir dengan limpahan ASI-nya. Jadi, sebaiknya nikmati saja.

Membesar
Sebelum Anda menyadari bahwa Anda sedang hamil, payudara sudah mulai membengkak. Kondisi ini biasa terjadi pada perempuan yang sedang hamil. Namun, pembesaran payudara yang dialami tak selalu membuat bra-nya bertambah satu nomor atau lebih. Kalaupun payudara Anda tidak berubah ukurannya, tak perlu khawatir. Hal itu tak akan memengaruhi kemampuan Anda untuk menyusui kelak. Sedangkan jika Anda merasa payudara sudah cukup besar, tunggulah hingga ASI memenuhi payudara dan membuatnya lebih besar lagi. Tak ada cara lain untuk menghadapi hal ini kecuali mensyukurinya.

Nyeri
Pada tahap ini Anda mungkin akan merasa marah bukan main ketika suami tanpa sengaja menyenggol payudara Anda. Maklum saja, payudara akan terasa membengkak dan nyeri. Namun kondisi ini akan pulih dengan sendirinya pada tiga bulan pertama kehamilan. Bila Anda sudah melalui masa-masa menyakitkan ini, cobalah untuk mencari bra khusus ibu hamil yang lebih pas. Gunakan selama kehamilan dan menyusui.

Keluar cairan
Pada trimester kedua, payudara biasanya akan mengeluarkan cairan. Warnanya mungkin tidak putih seperti susu, tetapi cenderung kuning atau oranye. Inilah yang disebut kolostrum, cairan pra-susu yang kaya protein dan akan memberikan nutrisi pada bayi selama hari-hari pertama kehidupannya. Awalnya Anda mungkin akan merasa jijik dengan keluarnya cairan ini, namun sadarilah bahwa cairan ini merupakan pertanda bahwa payudara Anda tengah bersiap untuk mengeluarkan ASI.
Muncul stretchmark
Perut Anda yang membuncit mulai mengeluarkan stretchmark? Tak usah mengeluh dulu. Sebab, stretchmark juga akan muncul di payudara. Seperti saat Anda memperlakukan stretchmark di bagian perut, gunakan krim antistretchmark untuk mengatasi masalah ini. Guratan-guratan mirip kulit jeruk ini akan menghilang seiring berjalannya waktu, jadi harap sabar saja.
Sumber: Mother and Baby
READ MORE - 4 Perubahan Payudara pada Ibu Hamil

Bolehkah Menyantap Durian Saat Hamil?

Banyak orang yang mengatakan bahwa saat hamil sebaiknya kita tidak menyantap durian atau daging kambing. Kedua jenis makanan ini bisa memicu keguguran. Benarkah demikian?
Apabila ibu hamil ingin makan durian atau kambing, menurut dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, sebenarnya boleh-boleh saja. Asalkan, calon ibu tersebut tidak memiliki gangguan penyakit maag. Selain itu, pastikan daging kambing yang dikonsumsi dimasak sampai matang.
Durian dapat memproduksi gas di dalam lambung. Pada calon ibu yang memiliki penyakit maag, hal ini terkadang bisa menimbulkan rasa kembung dan mual. Sebab, sakit maag yang diderita jadi kambuh.
Perlu diingat juga, daging kambing terkadang mengandung parasit toksoplasma, yang akan mati jika daging itu dimasak sampai benar-benar matang. Apabila disantap dalam kondisi masih setengah matang, parasit toksoplasma akan membentuk kista, yang akan pecah dan beredar dalam tubuh kita.
Parasit toksoplasma bisa menginfeksi bayi yang tengah dikandung. Oleh karenanya, penting sekali untuk memastikan bahwa makanan yang disantap selama kehamilan telah diolah hingga matang seluruhnya.
kompas.com
READ MORE - Bolehkah Menyantap Durian Saat Hamil?

Kurangi Makanan Pedas dan Asam Saat Hamil

Walau gemar makan makanan pedas dan asam, saat berbadan dua sebaiknya Anda membatasi dan menguranginya. Mengapa? Makanan pedas dan asam memang lezat dan dapat diterima oleh perut yang sedang mual, tetapi terlalu banyak mengonsumsinya bisa mengundang diare akibat iritasi lambung. Penyakit yang membuat penderitanya jadi sering bolak-balik ke belakang ini sebenarnya tidak begitu berbahaya. Namun, dampak lanjutan berupa dehidrasilah yang kerap dikhawatirkan.
Bukan berarti ibu hamil tak boleh sama sekali menyentuh makanan pedas dan asam, tentu saja boleh. Yang diperlukan adalah mengatur hasrat yang bergejolak untuk mengonsumsinya secara berlebihan.
Pembatasan ini berlaku juga untuk minuman yang rasanya asam. Terlalu banyak mengonsumsi  minuman asam akan membuat lambung tidak nyaman. Bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan perlukaan di usus bila rasa asam itu berasal dari cuka atau bahan-bahan nonbiologis lainnya. Kondisi ini bisa lebih parah pada ibu hamil yang sebelumnya sudah mengidap gangguan lambung (gastritis).
(Tabloid Nakita/Gazali Solahuddin)
READ MORE - Kurangi Makanan Pedas dan Asam Saat Hamil

Bayi Sungsang, Haruskah Caesar?

Melahirkan secara normal adalah keinginan setiap wanita, namun terkadang ada beberapa hal yang membuat mereka harus melahirkan buah hatinya secara caesar. Salah satu keadaan yang dikahawatirkan oleh sebagian besar wanita hamil yaitu jika calon buah hati yang mereka kandung dalam keadaan sungsang. Apakah sebenarnya sungsang tersebut, dan mungkinkah seorang ibu hamil yang posisi janinnya sungsang wajib menjalani operasi caesar saat melahirkan, yuks kita bahas lebih lanjut.
Pengertian bayi sungsang
Bayi dikatakan sungsang bila posisi letak bayi dalam rahim mengalami kelainan, misalnya posisi kepalanya ada diatas sementara kakinya ada dibawah. Padahal untuk dapat melahirkan secara normal posisi kepala harus ada dibawah.
Penyebab bayi sungsang
Terdapat beberapa faktor yang bisa memnyebabkan posisi janin sunsang, diantaranya yaitu berasal dari kondisi janin itu sendiri. Misalnya, jika ukuran janin lebih kecil dari ruangan rahim ibu, akibatnya janin akan bebas berputar di rahim ibu. Jika kondisi ini terjadi di masa akhir kehamilan, besar kemungkinan janin tersebut berada pada posisi sungsang saat hendak melahirkan. Sebaliknya jika janin terlalu besar untuk ruangan rahim ibu besar kemungkinan ia juga akan mengalami sungsang karena posisi kepalanya sulit berputar kearah bawah.
Pada ibu yang mengandung bayi kembar, kemungkinan terjadinya sungsang pada salah satu janin juga lebih besar. Hal tersebut disebabkan janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat rongga panggul ibu susah dilalui janin kembarannya, sehingga membuat posisi kembarannya sulit berputar.
Penyebab lain bayi sungsang yaitu antara lain bentuk rahim si ibu yang tidak normal, air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor atau miom dalam rahim ibu, posisi plasenta yang berada dibawah sehingga menutupi jalan lahir atau placenta previa, bayi terlilit tali pusat, kepala bayi yang terlampau besar (hidrosefalus), serta multiparitas yaitu kehamilan pada anak ke 2, 3, 4 dan seterusnya yang jarang terjadi pada kehamilan pertama.
Mendeteksi bayi sungsang
Untuk mengatahui posisi bayi anda sungsang atau tidak sudah bisa dilihat sejak trisemester kedua tentunya dengan pemeriksaan dari dokter kandungan anda misalnya dengan menggunakan ultrasonografi, atau secara manual, yaitu dokter akan meraba bagian luar perut ibu, dengan indikasi bila bagian yang paling keras dan besar berada di sisi atas maka bayi diduga dalam posisi sungsang.
Merubah posisi bayi sungsang
Jika posisi sungsang janin telah terlihat pada usia kehamilan 7 hingga 8 bulan, maka masih ada kemungkinan dilakukan koreksi untuk merubah posisi janin yaitu dengan melakukan posisi bersujud 5-10 menit sebanyak 2 kali sehari. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal, namun posisi ini dapat membuat ibu merasa tidak nyaman dan sesak jika dilakukan terlalu lama. Jadi, sebaiknya jika ibu sudah merasa sesak, hentikan dahulu gerakan ini, ibu bisa memulainya kembali dilain waktu.
Selain cara diatas dokter juga dapat melakukan koreksi dari luar yaitu dengan cara memutar janin hingga ke posisi seharusnya. Untuk melakukan tindakan ini terdapat beberapa kondisi yang disyaratkan, yaitu  tidak ada lilitan tali pusat pada bayi, tidak ada kondisi hidrosefalus, tidak ada kondisi placenta previa, tidak ada miom, dan ukuran bayi tidak lebih besar dari panggul ibu.
Tindakan koreksi luar sebaiknya dilakukan setelah kehamilan memasuki usia 34 minggu, namun saat ini tindakan ini jarang dilakukan karena selain membuat ibu merasa sakit, juga berbahaya bagi janin jika dilakukan secara paksa.
Bahaya persalinan normal pada bayi sungsang
Pada persalinan sungsang dimana posisi bokong bayi keluar lebih dulu, waktu yang tersedia bagi bayi hingga keseluruhan tubuh dan kepalanya keluar yaitu hanya 8 menit, dimana hanya dalam waktu 8 menit itulah kapasitas oksigen yang dimiliki bayi, lebih dari waktu tersebut dikhawatirkan bayi akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kematian.
Persalinan sungsang yang dilakukan per vaginal juga bisa menyebabkan pendarahan otak pada bayi. Proses kelahiran ini juga dirasakan sangat berat bagi si ibu, dimana membutuhkan ekstra tenaga dari ibu untuk dapat mengeluarkan bayinya secara keseluruhan, jika tidak kuat akibatnya bisa fatal, yaitu bayi bisa terjepit dijalan lahir.
Masih bisa melahirkan normal
Meski terdapat beberapa resiko kelahiran normal per vaginal pada bayi sungsang, namun untuk beberapa kasus, kelahiran normal masih bisa dilakukan jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
* Ukuran bayi kecil, tidak lebih dari 3,5 kg
* Bukan kehamilan pertama
* Posisi kepala janin normal yaitu menunduk menghadap kebawah
* Panggul ibu cukup luas untuk ukuran bayi
* Bayi tidak dalam kondisi terlilit usus
(Dari berbagai sumber)
READ MORE - Bayi Sungsang, Haruskah Caesar?

Cara Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil

Keputihan adalah masalah yang kerap dialami oleh wanita, terlebih bagi ibu hamil dimana terjadi perubahan hormonal selama kehamilan yang bisa menyebabkan peningkatan produksi cairan vagina serta menurunnya keasaman vagina. Kondisi tersebutlah yang memicu terjadinya keputihan.
Keputihan yang terjadi selama masa kehamilan dapat dikategorikan normal jika cairan yang keluar berwarna jernih atau sedikit kekuningan dan kental seperti lendir dengan tidak disertai bau dan rasa gatal. Namun jika cairan yang keluar disertai bau, gatal, nyeri saat buang air kecil dan warnanya sudah kehijauan atau bercampur darah maka keputihan tersebut dapat dikatakan tidak normal dan dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin.
Bahaya keputihan bagi ibu hamil
Infeksi jamur dan bekteri merupakan penyebab keputihan khususnya pada keputihan abnormal. Infeksi jamur (Kandidiasis) adalah menyebab keputihan terbanyak yang dialami wanita, diikuti oleh infeksi bakteri vaginosis, trikomoniasis dan gonorrhoe. Keputihan abnormal yang terjadi pada wanita hamil bisa membahayakan kondisi kehamilan ibu dan janin jika tidak segera diberikan penanganan serius. Berikut beberapa bahaya keputihan pada kehamilan :
Infeksi Chlamydia
Keputihan yang disebabkan oleh infeksi Chlamydia dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur pada bayi akibat pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya. Selain itu infeksi Chlamydia juga bisa menyebakan terjadinya keguguran bahkan kematian ibu dan janin bila tidak segera ditangani dengan serius.
Infeksi virus Herpes Simpleks
Keputihan yang disebabkan oleh infeksi Virus Herpes Simpleks dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensefalitis).
Infeksi jamur Candida
Keputihan yang disebabkan oleh Infeksi jamur Candida dapat meningkatkan risiko terjadinya ayan (epilepsi) pada bayi.
Infeksi virus HPV
Keputihan yang disebabkan oleh Infeksi virus HPV  dapat memicu terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan bayi hingga kematian.
Infeksi bakteri Neisserea Gonorrhoeae
Keputihan yang disebabkan oleh Infeksi bakteri Neisserea Gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.
Pengobatan Keputihan pada Wanita Hamil
Pada keputihan ketegori normal tidak diperlukan pengobatan khusus, hanya saja ibu harus membersihkan organ intim secara benar dan teratur. Sementara jika keputihan masuk kedalam kategori keputihan yang abnormal (patogen), maka diperlukan penanganan medis secepatnya. Biasanya dokter kandungan ibu akan menangani keputihan sesuai dengan penyebab keputihan yang ibu alami dengan metode yang paling aman untuk ibu dan janin. Misalnya jika penyebabkanya adalah infeksi jamur Candida sp, maka pengobatan yang dilakukan adalah pengobatan lokal dengan krim atau sejenis kapsul yang dimasukkan melalui vagina. Jika penyebabkanya adalah infeksi bakteri penyebab kelahiran prematur maka dibutuhkan obat minum bentuk kapsul untuk pengobatannya. Sementara untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi infeksi Neiserrea gonorrhoeae dokter akan membri obat suntikan atau obat minum yang aman untuk ibu hamil.
Disarankan bagi ibu hamil untuk sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter kandungan jika mendapati tanda-tanda terjadinya keputihan, terutama keputihan yang bersifat patogen.
Cara aman atasi keputihan pada ibu hamil
* Jagalah selalu kebersihan daerah kemaluan ibu dengan baik dengan selalu membersihkan dan mengeringan daerah tersebut setiap selesai buang air kecil atau besar. Jangan lupa untuk memperhatikan arah basuh kemaluan yang benar yaitu dari arah depan kebelakang untuk menghindari terjadinya infeksi mikroorganisme yang berasal dari dubur.
* Celana dalam yang ibu pakai hendaknya terbuat dari katun yang mudah meyerap keringat. Bila celana dalam menjadi lembab atau basah (karena wanita hamil menjadi lebih sering buang air kecil) maka gantilah dengan celana yang bersih dan kering.
* Hindari menggunakan sabun mandi atau pembersih vagina yang bersifat antiseptik, bersihkan vagina dengan air mengalir yang bersih tanpa perlu memasukkan cairan pembersih vagina ke dalam liang vagina.
* Hindari juga pemakaian pantyliner, karena bahan kapas dari pantyliner adalah ekosistem yang subur pagi bakteri.
* Hindari mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
* Segera konsultasikan ke dokter anda jika keputihan anda berbau, berubah warna, putih menggumpal, dan terasa gatal, sehingga dokter dapat dapat segera mengambil tindakan terhadap kemungkinan terjaninya infeksi.
* Khusus untuk keputihan akibat infeksi, hindari melakukan hubungan suami istri sampai sampai pengobatan selesai dilakukan. Sebaiknya pasangan seksual penderita pun harus diperiksa dan diobati. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi fenomena pingpong yaitu penularan timbal balik suami istri.
kesehatananak.info
READ MORE - Cara Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil

10 Mitos Penyebab Keguguran

Mitos tentang penyebab keguguran, kadang bikin bingung, kadang bikin takut, kadang bikin kita tertawa. Sebelum menilai lebih jauh, teliti terlebih dahulu faktanya.
Seks
Mitos:
Ibu hamil tidak boleh melakukan hubungan seksual pada 12 minggu pertama kehamilannya”.
Fakta:
Belum ada penelitian medis yang membuktikan hubungan seksual menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, silakan saja.
Olahraga
Mitos:
Ibu hamil tidak boleh berolahraga.
Fakta:
Latihan olahraga yang teratur dalam porsi cukup selama kehamilan bagus untuk Anda dan bayi. Sama sekali tidak ada resiko keguguran, asalkan porsinya tidak terlalu berlebihan dan membuat anda lelah melakukannya. Yang harus diperhatikan hindari memulai jenis olahraga baru yang belum pernah Anda lakukan pada saat sebelum hamil.
Perjalanan udara
Mitos:
Berpergian dengan pesawat terbang menyebabkan keguguran.
Fakta:
Tidak ada bukti yang menyebutkan bepergian naik pesawat terbang menyebabkan keguguran, entah itu perjalanan singkat maupun panjang.
Pemeriksaan ultrasonografi
Mitos:
Pemeriksaan ultrasonografi, seperti USG bisa menyebabkan keguguran.
Fakta:
Pemeriksaan USG tidak terbukti dapat meningkatkan risiko keguguran, meski ada beberapa kasus yang pada sejumlah ibu yang menjalani beberapa kali pemeriksaan USG selama kehamilannya ternyata melahirkan bayi-bayi kidal.
Sauna
Mitos:
Sebuah studi tahun 1970-an mengaitkan mandi sauna dengan sejumlah problem kehamilan, risiko terbesarnya adalah keguguran.
Fakta:
Penelitian ini tidak dikonfirmasi lebih lanjut, sehingga tidak terbukti kebenarannya. Namun untuk mencegah janin di dalam kandungan menderita panas berlebih. Mandi sauna sebaiknya dibatasi hanya 10 menit, dan sebaiknya hindari air yang terlalu panas.
Kopi
Mitos:
Konsumsi kopi bisa menyebabkan keguguran
Fakta:
Penelitian menyebutkan jika ibu hamil minum lebih dari enam gelas kopi, teh, atau cola per hari, makan berisiko tinggi mengalami keguguran. jadi, asal porsinya tidak berlebihan tidak akan bermasalah pada janin, tetapi memang ada baiknya anda tetap menghindari mengkonsumsi kopi, teh, cola, dan minuman berkafein lainnya.
Sinar-X
Mitos:
Pemeriksaan sinar-X menyebabkan keguguran
Fakta:
Satu kali pemeriksaan dengan Sinar-X atau X-Ray selama kehamilan tidak akan menyebabkan keguguran, menimbulkan masalah pada kehamilan, atau berbahaya bagi janin. Meski demikian, dokter biasanya sangat berhati-hati dalam penggunaan X-ray pada ibu hamil, dan tidak pernah merekomendasi suatu seri terapi X-Ray pada ibu hamil sebelum usia kehamilannya 8 minggu.
Menggunakan Komputer
Mitos:
Menggunakan komputer bagi ibu hamil bisa menyebabkan keguguran
Fakta:
Jika ibu bekerja dengan komputer, tidak perlu khawatir radiasi layar monitor menyebabkan keguguran. Sebuah study menunjukan tidak ada hubungan antara penggunaan komputer dengan keguguran atau problem persalinan lainnya, meski Anda sepanjang hari mengetik di keyboard sekali pun.
Penggunaan Microwave dan Oven
Mitos:
Penggunaan microwave bisa menyebabkan gangguan kehamilan
Fakta:
Baru-baru ini ada laporan di media massa yang menyebutkan radiasi microwave berpeluang mencetus problem kehamilan, namun laporan ini tidak didukung penelitian ilmiah. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa belum ada penelitian terhadap benda elektronika sejenis di sekitar ibu hamil yang radiasinya penyebab keguguran.
Tambalan Gigi
Mitos:
Tambalan dari tembaga pada gigi harus dikeluarkan saat hamil
Fakta:
Tambalan tembaga yang diperuntukan gigi tidak mengandung merkuri yang berbahaya bagi kandungan. Jadi tidak harus dikeluarkan saat ibu sedang hamil.
kesehatananak.info
READ MORE - 10 Mitos Penyebab Keguguran

Ciri-Ciri Wanita Hamil

Informasi tentang ciri-ciri ibu hamil tentu saja sebuah informasi yang harus diketahui oleh setiap wanita, terutama mereka yang sudah menikah. Tujuan dari mengetahui ciri-ciri orang hamil ini adalah untuk mengetahui secepatnya bahwa ada janin yang tumbuh di dalam perut sehingga si ibu dapat mempersiapkan dengan baik untuk pertumbuhan optimal si jabang bayi.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri awal orang hamil yang harus diketahui oleh semua calon ibu sehingga dapat mempersiapkannya dengan baik;
1. Terlambat datang bulan atau terlambat menstruasi. Tentu saja hal ini ciri-ciri orang hamil utama karena sel telur yang biasa meluruh telah dibuahi dan menjadi jabang bayi. Namun, ada beberapa orang yang masih bingung apakah ia hamil atau tidak; ketika berhenti menstruasi selama satu sampai tiga minggu dan kemudian menstruasi kembali. Gejala semacam ini banyak dialami oleh para wanita. Biasanya siklus menstruasi memang akan tidak teratur ketika si wanita tersebut sedang stress atau terlalu banyak kegiatan dan kecapekan. Untuk lebih jelasnya, anda dapat melakukan tes kehamilan dengan test pack atau ke dokter kandungan.
2. Terdapat beberapa perubahan pada bentuk payudara. Ciri-ciri orang hamil yang satu ini hampir sama ketika seorang wanita akan menstruasi; payudara mengencang dan lebih berisi, dan terkadang terasa sakit bila tersentuh dan juga gatal. Cirri ini merupakan persiapan tubuh terutama payudara untuk menyusui si  jabang bayi.
3. Sering merasa mual dan kemudian muntah di pagi hari. Ciri-ciri orang hamil yang satu ini merupakan cirri yang sangat umum dirasakan oleh semua calon ibu terutama di tiga bulan pertama kehamilan. Pada masa ini si ibu akan lebih sensitive terhadap bau-bauan tajam dan kemudian merasa mual dan muntah.
4. Di awal kehamilan, si calon ibu akan lebih sering buang air kecil. Ciri-ciri orang hamil seperti ini akan dialami hingga 12 minggu.
5. Ngidam atau memiliki selera makan yang tidak biasa. Karena mual yang dirasakan, biasanya si ibu lebih menginginkan makanan yang berasa asam dan segar untuk meredam rasa mual.
Demikian beberapa ciri-ciri orang hamil yang patut diketahui oleh semua calon ibu agar tidak lagi merasa bingung apakah anda sedang dalam keadaan berbadan dua atau tidak. Untuk meyakinkan diri anda atas ciri-ciri orang hamil tersebut, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan dengan test pack atau langsung periksakan ke dokter. Dan jangan lupa untuk selalu melengkapi asupan gizi agar si jabang bayi dapat tumbuh dengan sehat.
kasehatananak.info
READ MORE - Ciri-Ciri Wanita Hamil

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Banyak para ibu hamil yang tidak mengetahui usia kehamilannya. Apalagi dengan wanita yang baru dikaruniai seorang anak, pasti masih bingung dengan usia kehamilannya karena belum berpengalaman. ditambah lagi dengan “perawatan bayi” bila bayi sudah lahir nanti Kadang usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan. Memang hal ini ditujukan untuk mengetahui ketepatan usia kehamilan.
Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Akan tetapi, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilannya dengan sendiri. Ada cara yang dapat dilakukan untuk menghitung usia kandungannya dengan tingkat akurasi yang baik, yaitu :
• Gerakan janin
Pada kehamilan pertama, gerakan janin mulai terasa sesudah usia kehamilan 18-20 minggu. Pada kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu. Memasuki trimester ke-3 usia kehamilan, gerakan janin akan semakin kuat dan sering. Namun, tak jarang janin justru kurang aktif bergerak.
• Hari pertama haid terakhir
Penggunaan rumus ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunnnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi.
contoh :
• Tinggi puncak rahim
Kalau jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, dan ini menunjukkan usia kehamilan 36 minggu. Ukuran ini tidak akan bertambah lagi, meski usia kehamilan mencapai 40 minggu. Andaikan tingginya bertambah, kemungkinan bayi Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.
• Menggunakan 2 jari tangan
Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu. Bila jarak tadi sudah di atas pusar, setiap penambahan 2 jari sama dengan bertambahnya usia kehamilan 4 minggu.
kesehatananak.info
READ MORE - Cara Menghitung Usia Kehamilan

Pantangan Ibu Hamil

Bagi ibu hamil siap-siap mencoret beberapa makanan atau minuman dalam menu sehari-hari ya… Bagi Anda yang gemar bertualang dalam dunia cita rasa, kehamilan mungkin terasa bagai sebuah ganjalan’. Pasalnya, demi menjaga kesehatan si kecil, Anda kebanjiran’ petuah seputar apa yang boleh dikonsumsi dan apa yang harus benar-benar dipantang. Berikut jenis-jenis makanan yang perlu dikenai lampu kuning’, atau bahkan lampu merah’. Selebihnya? Anda bebas mengombinasikan berbagai bahan pangan, asal tetap bergizi seimbang.
1. Makanan mentah atau setengah matang
Penyebab: Bahan pangan mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar kuman penyakit, sehingga menimbulkan infeksi. Misalnya, bakteri Listeria (mengakibatkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan), bakteri Salmonella (memicu keguguran), parasit Toksoplasma (janin berkondisi abnormal), serta bakteri E. coli (merusak usus dan ginjal).
Boleh dikonsumsi? Boleh saja, asal daging sapi (termasuk daging olahan seperti sosis atau burger),
unggas, serta ikan dimasak hingga benar-benar matang. Anda tetap bisa makan sushi, namun pilih sushi vegetarian atau yang dagingnya dimasak matang. Untuk memastikan daging olahan benar-benar matang, gunakan termometer khusus untuk daging.
Hindari: Bahan pangan apapun yang tidak diproses hingga matang, seperti telur mentah, daging setengah matang, kerang mentah, sashimi, sushi mentah, dan lain-lain. Juga, hindari makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing untuk salad dan mayonnaise segar.
2. Seafood
Penyebab: Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 dalam makanan laut memang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Malah, menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, kekurangan konsumsi makanan laut selama masa kehamilan bisa mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, serta masalah tumbuh kembang lain pada anak. Namun, Anda tetap mesti berhati-hati, karena beberapa jenis makanan laut mengandung logam merkuri yang berkadar tinggi, sehingga bisa menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.
Boleh dikonsumsi? Anda masih boleh menyantap salmon (kalau bisa, pilih ikan salmon yang segar dan tidak diternakkan), udang, teri, dan kakap maksimal 340 g per minggu. Batasi konsumsi ikan tuna hingga tidak lebih dari 170 g seminggu.
Hindari: Ikan hiu, sushi mentah, seafood yang diasapkan, serta jenis ikan apapun yang berasal dari air laut atau sungai yang telah terpolusi. Catatan: Semakin besar ukuran serta tua usia ikan, semakin tinggi pula kadar polusi dalam tubuhnya.
3. Kafein dan teh herbal
Penyebab: Kafein bisa ‘menembus’ plasenta, sehingga akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin. Bahkan, beberapa studi menyebutkan, minum kopi secara berlebihan erat kaitannya dengan rendahnya berat badan lahir bayi dan meningkatkan risiko mengalami keguguran dan janin meninggal saat lahir.
Boleh dikonsumsi? Selama hamil, Anda boleh mengonsumsi kafein hingga tidak lebih dari 300 mg per hari (kira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi). Meski jumlah tersebut termasuk aman, ini bukan berarti kafein yang Anda konsumsi tidak akan menimbulkan risiko apapun. Sebagai perbandingan: 240 ml kopi mengandung 150 mg kafein, 350 ml minuman bersoda mengandung 35-50 mg kafein, serta 240 ml teh hitam mengandung 40 mg kafein. Minuman lain yang termasuk aman bagi Anda adalah teh celup tanpa kafein yang diberi perasa tambahan, seperti sitrus, jahe, dan peppermint.
Hindari: Teh herbal yang diramu dengan daun raspberry atau rosemary, sebab bisa memicu terjadinya kontraksi. Sayangnya, tidak semua kemasan teh mencantumkan secara mendetail bahan-bahan herbal yang digunakan sebagai campuran. Dan meski pada label kemasan tertulis diperuntukkan bagi wanita hamil, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu pada dokter.
4. Keju dan produk susu lainnya
Penyebab: Produk dari susu mentah atau belum dipasteurisasi (dipanaskan sampai suhu 60°C selama 30 menit untuk membunuh bakteri) bisa mengandung sejumlah kuman, yaitu Listeria, Salmonella, E. coli, dan lain-lain, yang menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Boleh dikonsumsi? Boleh. Di antaranya adalah susu dan yogurt yang telah melalui proses pasteurisasi, serta keju keras.
Hindari: Susu mentah, serta keju lunak seperti keju Brie, Camembert, Feta, Blue Cheese, dan Roquefort (kecuali pada label tertera dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi).
5. Pemanis buatan
Penyebab: Meski efek samping bahan pemanis tambahan terhadap tumbuh kembang janin masih belum diketahui secara pasti, sejumlah pakar melarang wanita hamil mengonsumsi pemanis buatan.
Boleh dikonsumsi? Dalam batas wajar, sakarin, aspartam, serta splenda masih boleh dikonsumsi.
Hindari: Minuman yang tinggi gula. Lebih baik Anda banyak-banyak minum air putih atau jus buah segar.
kesehatananak.info
READ MORE - Pantangan Ibu Hamil

14 Persiapan Sebelum Hamil

PERSIAPAN apa saja yang perlu diketahui calon ibu agar kehamilannya bisa dijalani dengan nyaman, sehat dan gembira? Sembilan bulan bukanlah waktu yang sebentar. Dalam kurun waktu itu, Anda harus selalu dalam keadaan sehat, baik fisik maupun mental. Karena itu dukungan suami selama Anda hamil sangatlah penting.
1. Selalu melakukan seks aman
Kecuali jika Anda yakin bahwa pasangan terhindar dari penyakit menular seksual, kondom adalah alat pengaman yang baik untuk mencegah ancaman pada kesuburan, seperti chlamydia yang dapat menyebabkan kemandulan.
2. Belajar mengatasi stres
Pernahkan Anda mengalami menstruasi dua kali sebulan saat berada di bawah tekanan? Stres dapat merusak siklus bulanan, dan mencegah proses ovulasi. Sebuah studi membuktikan, wanita dengan tingkat stres tinggi umumnya sulit hamil. Jadi sangat baik jika Anda mulai belajar mengatasi stres sehingga tidak mempengaruhi siklus Anda.
3. Berhenti merokok
Rokok sangat berbahaya untuk kesuburan. Racun pada rokok sangat berbahaya bagi tuba falopi, dapat mengakibatkan kerusakan kromosom pada telur, dan melemahkan kemampuan untuk menghasilkan estrogen yang sangat diperlukan untuk menyiapkan lapisan rahim menjelang kehamilan. Wanita yang merokok pun rentan terhadap keguguran.
4. Jangan takut gemuk
Menjadi langsing adalah idaman setiap perempuan, namun jangan berpikir untuk terus mengecilkan badan. Karena faktanya, orang terlalu kurus susah untuk hamil karena kekurangan lemak yang dapat mendukung
kehamilan. Namun, jangan pernah berpikir untuk lalai menjaga berat badan karena orang yang terlalu gemuk akan mengalami proses ovulasi tidak teratur.
5. Memilih seafood
Jika Anda merencanakan kehamilan setahun mendatang atau di tahun-tahun berikutnya, pastikan Anda bersiap-siap dengan memilah-milah makanan Anda. Ada beberapa seafood yang mengandung merkuri di dalamnya seperti hiu dan makarel. Merkuri dapat menyebabkan ketidaksuburan, keguguran, bahkan kelahiran cacat.
Sedangkan, untuk menghilangkan merkuri dari dalam tubuh memerlukan waktu lebih dari setahun. Karena itulah, pilihlah seafood yang level merkurinya masih sangat rendah seperti udang, salmon, tuna untuk tetap menjaga kesuburan. Jika Anda tidak yakin akan level merkuri dalam tubuh Anda, periksakanlah ke dokter.
6. Cari tahu apakah ibu Anda memiliki masalah kesuburan.
Bukan hanya bentuk tubuh atau perawakan ibu yang menurun pada Anda, kasus kesuburannya pun menurun secara genetik pada Anda, seperti endometriosis atau bercak jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, tumor rahim, dan menopause dini. Mengetahui sejarah kesuburan orangtua akan membantu Anda lebih mengenal organ kewanitaan Anda.
7. Jangan khawatir dengan konsumsi pil
Ada mitos yang berkembang bahwa meminum pil kontrasepsi mengakibatkan kesulitan mendapatkan anak. Jangan salah kaprah. “Pil kontrasepsi tidak memiliki efek samping pada tingkat kesuburan di masa datang,” ujar Dr. Guy Ringler, seorang ahli kesuburan dari California Fertily Partners di Los Angeles, AS. Kebanyakan wanita akan kembali subur dalam waktu satu sampai tiga bulan setelah lepas dari pil kontrasepsi.
8. Perhatikan kalender
Sangat baik jika menunda kehamilan sampai Anda sangat siap, tapi jangan terlalu lama. Walaupun Anda menjaga tubuh agar tetap sehat dengan makan makanan sehat atau melakukan yoga, jam biologis Anda akan terus berdetak. Wanita berumur 30an hanya memiliki 30.000 telur dan sangat rentan dengan keguguran dan penyakit genetik. Wanita di bawah 30 tahun memiliki kesempatan 25% lebih banyak untuk hamil, sedangka wanita berumur 40 tahun kesempatan untuk hamil berkurang 5% menurut American Fertility Association.
9. Makanlah makan yang sehat
Diet seimbang, perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rendah lemak.
10. Mulailah berolah raga dengan teratur
Anda harus berolah raga sedikitnya 30 menit sehari. Lakukanlah kalau bisa setiap hari.
11. Tidurlah dengan teratur dan cukup
Anda harus membiasakan ini agar tubuh anda cukup istirahat setiap malam.
12. Minumlah multivitamin setiap hari termasuk 400 mikrogram asam folat.
13. Pergilah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik demi persiapan hamil
Dokter akan mengecek kecukupan vaksinasi yang sudah anda lakukan dan melakukan beberapa pemeriksaan yang dianggap penting. Dokter juga akan menjelaskan obat obatan yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil.
14. Terakhir, hindari pemakaian narkoba, kebiasaan merokok dan minum alkohol.
kesehatananak.info
READ MORE - 14 Persiapan Sebelum Hamil

Jumat, 25 November 2011

Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

Perubahan dalam tubuh yang terjadi selama hamil bisa menimbulkan efek salah satunya adalah sakit kepala. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi sakit kepala saat hamil?

Ibu yang sedang hamil diketahui tidak boleh mengonsumsi sembarangan obat karena dikhawatirkan mempengaruhi janin yang sedang dikandungnya. Sebagian besar obat sakit kepala mungkin memiliki efek yang berbahaya atau tidak diketahui dampaknya terhadap perkembangan bayi.

Untuk itu ketahui beberapa hal yang bisa mencegah terjadinya sakit kepala saat hamil, seperti dikutip dari Health.MSN, Selasa (15/11/2011) yaitu:

1. Menghindari pemicunya, berbagai hal diketahui bisa menjadi pemicunya seperti telat makan, bau tertentu atau makanan yang dikonsumsi.
2. Melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari, misalnya berjalan setiap hari atau melakukan latihan aerobik ringan.
3. Melakukan latihan relaksasi, kegiatan yang menenangkan seperti yoga, bernapas dalam dan visualisasi bisa membantu menjauhkan sakit kepala.
4. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, sehingga bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah sakit kepala.
5. Mengonsumsi cairan yang cukup sehingga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
6. Menjaga jadwal tidur yang teratur, karena kelelahan dan kurang tidur bisa berkontribusi terhadap sakit kepala selama kehamilan, serta pastikan pergi tidur dan bangun di waktu yang sama bahkan saat akhir pekan.
7. Menjaga postur tubuh yang baik, karena postur yang buruk atau adanya ketegangan otot bisa mengakibatkan sakit kepala terutama adanya penambahan berat badan untuk mendukung kehamilan.

Namun jika sakit kepala tak bisa dihindari dan menyerang ibu hamil, maka lakukan beberapa langkah berikut yaitu:
1. Melakukan istirahat dengan berbaring di ruangan yang gelap atau remang, suasana tenang dan mata tertutup.
2. Menggunakan kompres hangat untuk mata, wajah dan pelipis atau kening, atau bisa juga mencoba kompres dingin di bagian belakang leher.
3. Mintalah seseorang untuk melakukan pemijatan di bahu dan leher untuk meredakan ketegangan, atau memijat pelipis juga bisa membantu.

Jika langkah-langkah tersebut tidak juga membantu, sakit kepala yang memburuk atau disertai dengan adanya perubahan dalam penglihatan, maka konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan.
detikhealth.com
READ MORE - Mengatasi Sakit Kepala Saat Hamil

Ibu Hamil Perlu Tidur Lebih Banyak

Tidur merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk mengisi energi di dalam tubuh. Untuk itu ibu hamil membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan dengan perempuan yang tidak hamil.

Ibu hamil memiliki alasan tersendiri yang membuatnya butuh tidur lebih banyak yaitu sekitar 8-10 jam, hal ini karena ibu hamil butuh banyak energi untuk pertumbuhan janin serta untuk membawa bayi yang dikandungnya, seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (16/11/2011).

Salah satu contohnya adalah jantung ibu hamil harus bekerja 4-5 kali lebih keras selama kehamilan untuk menjaga agar darah yang mengalir melalui tubuh ibu dan bayi tercukupi dengan baik.

Selain itu ginjal juga harus bekerja lebih keras untuk mengusir produk limbah atau sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh, serta lonjakan hormon progesteron membuat ibu hamil lebih cepat merasa lelah.

Ibu hamil akan disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Serta tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.

Namun terkadang kondisi kehamilan yang semakin membesar dan berat tubuh yang bertambah membuat ibu hamil sulit untuk tidur dengan nyenyak dan membuatnya mengantuk keesokan harinya.

Meski begitu beberapa hal bisa dilakukan oleh ibu hamil untuk membantunya tetap nyaman yaitu:
1. Menempatkan bantal di bawah perut, diantara kaki atau dibelakang punggung untuk menjaga posisi dan meringankan tekanan pada perut
2. Menghindari konsumsi kafein
3. Melakukan relaksasi sebelum tidur
4. Membiasakan bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harin
detikhealth.com
READ MORE - Ibu Hamil Perlu Tidur Lebih Banyak

Mencegah Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur atau sebelum waktunya bisa menimbulkan beberapa risiko baik bagi bayi maupun ibunya. Meski begitu kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal.

Kelahiran prematur tidak bisa dianggap enteng karena dapat memicu masalah kesehatan seperti keterlambatan perkembangan, penyakit paru-paru kronis serta cerebral palsy. Serta dapat mempengaruhi emosional dan finansial dari keluarga.

"Kami tidak memahami mekanisme kelahiran prematur yang cukup aman, sehingga dibutuhkan cara yang efektif untuk mencegah hal tersebut," ujar Ronald Gibbs, MD, ketua departemen obestetri dan ginekologi dari University of Colorado Health Sciences Center di Denver, seperti dikutip dari Parenting.com, Senin (21/11/2011).

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan untuk membantu mencegah kelahiran prematur yaitu:

1. Mendapatkan perawatan sejak awal kehamilan
Mengunjungi dokter sejak diketahui hamil atau saat mencoba untuk hamil bisa bantu kurangi risiko kelahiran prematur. Biasanya dokter akan menyarankan pola makan yang benar seperti asam folat dan vitamin B, berat badan yang tepat, pemberian suplemen atau vitamin jika diperlukan serta pemeriksaan terhadap risiko infeksi yang membahayakan kehamilan.

2. Mengetahui risiko diri sendiri
Ketahui faktor risiko yang dimiliki seperti apakah merokok, memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, usia saat hamil, pernah memiliki komplikasi kehamilan sebelumnya atau tidak, berat badan yang dimiliki serta faktor genetik lainnya. Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan risiko yang ada.

3. Melakukan pemeriksaan terhadap infeksi saluran kemih
Studi menunjukkan infeksi pada rahim bisa dimulai dari saluran kemih dan menyebabkan kelahiran prematur. Seperti infeksi bakteri di vagina membuat tubuh melepaskan zat kimia pelawan infeksi (sitokin) yang menyebabkan peradangan yang nantinya memicu pelepasan prostaglandin (zat kimia yang memicu kontraksi dan pelebaran leher rahim).

4. Mengunjungi dokter gigi secara teratur
Pemeriksaan ke dokter gigi bisa membantu cegah kelahiran prematur. Hal ini karena perubahan hormon selama kehamilan membuat perempuan lebih renan terhadap radang gusi (bengkak, gusi merah dan penyakit gusi). Kondisi ini memicu penyebaran infeksi lebih lanjut yang mempengaruhi kehamilan.

5. Perhatikan berat badan
Memiliki kenaikan berat badan yang berlebih ketika hamil memberikan peluang lebih besar terhadap komplikasi seperti diabetes gestational dan preeklampsia yang meningkatkan risiko persalinan prematur.

6. Memiliki pola makan yang benar dan olahraga
Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan seperti gandum, sumber protein sehat, susu, buah dan sayur membantu perkembangan janin sehat. Konsumsi kadar asam lemak omega 3 yang lebih tinggi menurunkan risiko kelahiran prematur. Sedangkan olahraga bantu cegah diabetes gestational dan preeklampsia.

7. Mencegah stres dan depresi
Perempuan hamil yang mengalami depresi atau cemas memiliki peningkatan 2 kali lipat terhadap kelahiran prematur. Untuk itu cegah stres dan depresi dengan melakukan hal-hal yang disukai serta berlatih yoga atau meditasi untuk membantu merilekskan tubuh.
detikhealth.com
READ MORE - Mencegah Kelahiran Prematur