Cari Artikel

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Mendefinisikan Kebahagiaan

Kebahagiaan…, sering sekali kita mendengarnya. Bahkan hampir tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang tidak ingin mendapatkannya. Namun apabila kita tanyakan kepada mereka, apakah yang mereka maksud dengan kebahagiaan, maka niscaya ribuan jawaban akan terlontar dari mulut mereka. Sekelompok orang akan mengatakan bahwa kebahagiaan adalah melimpahnya harta dan berbagai kesenangan dunia. Sekelompok orang yang lain akan mengatakan bahwa kebahagiaan adalah kebebasan untuk berkreasi dan keberhasilan menyingkap rahasia-rahasia ilmu pengetahuan. Ada lagi yang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah ketenangan hati dan bebas dari rasa takut dan kesedihan. Saudaraku, apabila kita cermati sekali lagi sekian banyak jawaban mereka maka tidak ada jawaban yang bisa melegakan hati orang yang beriman kecuali firman Allah dan sabda Rasul-Nya serta untaian nasihat para ulama. Simaklah sebuah do’a yang indah dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bagi setiap muslim yang membaca kitabnya Al Qawa’idul Arba‘. Beliau berkata, “Aku memohon kepada Allah yang Maha Pemurah, Rabb pemilik Arsy yang Maha Besar, semoga Allah menjagamu di dunia dan di akhirat dan menjadikanmu mendapatkan keberkahan di manapun kamu berada, dan menjadikanmu bersyukur jika diberi nikmat, bersabar jika ditimpa cobaan dan beristighfar jika terjerumus dalam dosa. Karena sesungguhnya tiga hal itulah ciri utama kebahagiaan.”
Syukur tatkala mendapatkan nikmat
Hakikat syukur adalah mengakui di dalam hati bahwa nikmat yang diperolehnya berasal dari Allah, kemudian menampakkan rasa syukurnya itu dengan memuji Allah serta menggunakan nikmat yang diberikan itu dalam rangka melakukan ketaatan. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk bersyukur di dalam firman-Nya yang artinya, “Dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.” (QS. Al Baqarah: 152). Di dalam ayat lain Allah telah menjanjikan bagi orang yang bersyukur bahwa dia akan mendapatkan tambahan nikmat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sungguh jika kalian bersyukur niscaya Aku benar-benar akan menambahkan (nikmat) kepada kalian, dan apabila kalian justru ingkar maka sesungguhnya siksa-Ku amatlah pedih.” (QS. Ibrahim: 7). Walaupun demikian ternyata hanya sebagian kecil hamba Allah yang pandai bersyukur. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan amat sedikit diantara hamba-hamba-Ku yang pandai bersyukur.” (QS. Saba’: 13). Padahal tidakkah kita sadar bahwa sekian banyak nikmat yang ada pada diri kita ini semuanya berasal dari Allah saja. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan nikmat apapun yang ada pada diri kalian maka itu semua berasal dari Allah.” (QS. An Nahl: 53). Apabila kita ingin menghitung seluruh nikmat itu, pasti tidak ada seorang manusia pun yang sanggup menghitungnya. Sebagaimana telah difirmankan oleh Allah Ta’ala yang artinya, “Dan jika kalian berusaha menghitung nikmat Allah maka kalian tidak akan mampu menghingganya.” (QS. Ibrahim: 34).
Nah, lalu dengan alasan apakah kita menyombongkan diri atau bahkan mengingkari sekian banyak nikmat ini? Tidakkah kita ingat bagaimana buah dari kecongkakan Qarun yang berani berkata, “Sesungguhnya ini semua aku dapatkan hanya berkat ilmu yang aku punyai.” Maka apakah yang diperolehnya ? Sebuah siksa yang sangat mengerikan. Semua harta yang dibangga-banggakannya dibenamkan ke dalam perut bumi oleh Allah bersama tubuhnya. Duhai, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?!!
Bersabar ketika mendapatkan cobaan
Cobaan adalah satu hal yang pasti dialami setiap insan. Oleh karena itu, Allah berfirman di dalam Al Qur’an yang artinya, “Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2). Dalam ayat lain Allah menyatakan, “Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa lapar serta ketakutan dan kekurangan harta, maka berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar…” (QS. Al Baqarah: 155).
Sabar tatkala mendapatkan cobaan artinya menahan diri untuk tidak menyimpan kemarahan di dalam hati kepada keputusan Allah, menahan diri dari mengucapkan kata-kata laknat atau meratap atau caci maki, dan juga menahan anggota badan dari melakukan tindakan-tindakan yang merupakan pelampiasan kemarahan dan tidak menerima takdir seperti menampar-nampar pipi, merobek-robek kain atau bahkan menjerit-jerit. Kenapa hal-hal itu tidak diperbolehkan? Alasannya adalah karena sikap–sikap tersebut mencerminkan ketidakpuasan terhadap takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah. Padahal Allah itu Maha bijaksana dan Maha adil. Allah tidak pernah menganiaya hamba-Nya. Allah berfirman yang artinya, “Dan Rabbmu tidak pernah menganiaya siapapun.” (QS. Al Kahfi: 49). Pada hakikatnya musibah yang menimpa kita adalah akibat kesalahan kita sendiri. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan musibah apapun yang menimpa kalian maka itu terjadi karena ulah perbuatan tangan-tangan kalian, dan Allah memaafkan banyak kesalahan orang.” (QS. Asy Syura: 30)
Maka sebenarnya kalau kita menyadarinya maka sudah semestinya kita bersabar dalam menghadapinya. Karena dengan kesabaran itu kita akan meraih pertolongan dari Allah. Bukankah Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Anfaal: 46). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sudah menjanjikan, “Sesungguhnya pertolongan itu datang bersama dengan kesabaran.” (HR. Abdu bin Humaid dengan sanad dha’if)
Beristighfar ketika terjerumus dalam dosa
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua anak Adam pasti berbuat dosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang gemar bertaubat.” (Hasan, HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Hakim) Oleh sebab itu orang yang terjerumus dalam perbuatan dosa wajib bertaubat kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala memerintahkan semua orang yang beriman untuk bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman yang artinya, “Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31).
Taubat itu akan diterima jika dilakukan dengan ikhlas dan penuh penyesalan. Selain itu seorang yang bertaubat dari suatu dosa harus meninggalkan perbuatan dosanya itu serta bertekad kuat di dalam hati untuk tidak melakukannya lagi. Apabila dosa itu menyangkut dengan hak orang lain maka harus mengembalikan hak orang tersebut atau minta maaf kepadanya. Dan taubat akan diterima jika dilakukan sebelum nyawa berada di tenggorokan dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka janganlah kalian berputus asa terhadap rahmat Allah, sesungguhnya Allah akan mengampuni seluruh dosa.” (QS. Az Zumar: 53) Ayat ini berlaku bagi orang yang bertaubat. Maka dosa apapun yang pernah kita perbuat maka kewajiban kita adalah segera bertaubat darinya. Karena menunda-nunda taubat adalah dosa. Duhai, tahukah kita kapan kita akan mati sehingga demikian lancangnya kita menunda-nunda taubat? Sampai kapankah kelalaian ini akan kita teruskan? Apakah yang akan kita dapatkan dengan sekian banyak dosa yang pernah kita lakukan? Kesenangankah ataukah justru sebaliknya? Lalu mengapa kita menunda-nunda taubat? Apakah kita akan mengikuti rayuan iblis yang akan menyeret kita ke dalam neraka? Wahai saudara-saudaraku, siapakah kita apabila dibandingkan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Padahal beliau saja dalam sehari bertaubat seratus kali. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah. karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim). Kalau Nabi saja yang sudah dijamin masuk surga seperti ini, lantas bagaimana lagi dengan kita? Akankah kita tetap bertahan dengan dosa yang menghitamkan hati dan perlahan-lahan menyeret kita ke jurang neraka?!! [Ari Wahyudi]
buletin.or.id
READ MORE - Mendefinisikan Kebahagiaan

Jumat, 03 Agustus 2012

Rahasia Di Balik Sakit

Rahasia di balik sakit, Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.
Sakit Menjadi Kebaikan bagi Seorang Muslim jika Dia Bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Sakit Akan Menghapuskan Dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)
Sakit akan Mengingatkan Hamba atas Kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara ta’at dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin. [Retno Syaputra]
buletin.muslim.or.id
READ MORE - Rahasia Di Balik Sakit

Minggu, 29 Juli 2012

Kiamat Semakin Dekat

“Yang dekat (hari kiamat) telah semakin dekat. Tidak ada yang dapat mengungkapkan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu lengah darinya? Maka sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (QS. An Najm : 57-62)

Kedudukan iman kepada hari kiamat

Pembaca rahimakumullah, iman kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman yang enam. Barangsiapa yang mengingkarinya, maka dia telah keluar dari agama yang lurus ini. Karena agungnya kedudukan iman kepada hari kiamat ini, seringkali Allah Ta’ala menggandengkan penyebutan iman kepada-Nya dengan iman kepada hari akhir di dalam Al Qur’an seperti dalam firman-Nya, “Demikianlah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir diberi pengajaran dengannya” (QS. Ath Thalaq : 2).

Dekatnya hari kiamat

Banyak sekali ayat dan hadits yang menunjukkan dekatnya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman, “Telah dekat datangnya saat itu (kiamat) dan telah terbelah bulan” (QS. Al Qamar : 1). Maka ayat di atas menunjukkan semakin dekatnya hari kiamat.
Akan tetapi, waktu pasti terjadinya hari kiamat adalah hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Para makhluk yang paling dekat dengan Allah sekalipun dari kalangan malaikat dan rasul, termasuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah mengetahui waktu pasti terjadinya hari kiamat. Allah berfirman, “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” (QS. Al A’raf : 187).

Tanda-tanda kiamat

Ssebelum kiamat terjadi, akan muncul tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman, “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya” (QS. Muhammad : 18).
Akan tetapi yang perlu diperhatikan, tidak semua hal yang termasuk tanda-tanda kiamat menunjukkan bahwa itu adalah hal yang tercela atau terlarang. Terkadang ada tanda kiamat yang merupakan kondisi yang diinginkan manusia, semisal tersebarnya rasa aman. Dan pada kesempatan kali ini, dengan memohon pertolongan Allah, kami akan membahas sebagian tanda-tanda kiamat kecil yang tercela yang sudah muncul di zaman ini agar bisa diambil pelajaran darinya dan agar menjauhkan diri dari tanda kiamat yang tercela tersebut.

Sebagian tanda yang sudah muncul

  1. Tersebarnya zina
Maraknya perzinaan merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat. Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah… (kemudian beliau menyebut beberapa diantaranya) , dan tersebarnya zina secara terang-terangan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tersebarnya perzinaan merupakan realita yang bisa kita saksikan saat ini, terlebih lagi sarana menuju zina. Tengoklah di sekitar kita, berapa banyak yang tidak bisa menjaga kehormatan dirinya dan tertipu dengan cinta semu yang akhirnya melakukan hubungan yang tidak halal atau “pacaran”. Dan dari sanalah sumber segala kerusakan yang lebih parah lagi sampai ke tingkatan zina yang sesungguhnya.  Seandainya saja mereka tahu bahwa itu termasuk tanda kiamat, sudah siapkah mereka menghadapinya? Semoga Allah melindungi kita dari jeleknya zina.
  1. Tersebarnya riba
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Riba akan tersebar sebelum kiamat terjadi”(HR. Thabrani)[1].
Diantara tanda kiamat adalah muncul dan tersebarnya riba, serta tidak pedulinya seseorang darimana ia mendapat harta, apakah dari cara yang halal atau yang haram? Kaum muslimin, berhati-hatilah terhadap riba karena Rasulullah melaknat orang yang terlibat dengan riba sebagaimana dalam hadits, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, orang yang membayar riba (nasabah), pencatatnya, dan juga dua orang saksinya. Dan beliau bersabda, ‘Mereka itu sama (dosanya)’.” (HR. Muslim).
  1. Maraknya alat musik
Pembaca rahimakumullah, pertama, renungkanlah firman Allah Ta’ala berikut ini, “Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan jelas” (QS. At Taghabun : 12).
Kedua, di dalam kitab paling shahih setelah Al Qur’an, yakni Shahih Bukhari, terdapat hadits tentang penghalalan musik yang artinya, “Akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr, dan alat musik”. (HR. Bukhari no. 5590)[2]. Berdasarkan berita valid dari Nabi tersebut yang menyatakan bahwa akan ada yang menghalalkan musik, maka sekarang kita tahu secara pasti apa hukum asal musik sebenarnya.
Ketiga, ketahuilah wahai pembaca yang mulia, diantara tanda dekatnya hari kiamat adalah tersebarnya alat musik. Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di akhir zaman akan ada kaum yang Allah tenggelamkan ke dalam bumi, adzab berupa hujan batu, dan kaum yang Allah rubah bentuk dan rupa mereka” Kemudian beliau ditanya, “Kapan hal tersebut terjadi ya Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Jika alat musik dan  para biduanita sudah muncul” (HR. Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani).
Kaum muslimin rahimakumullah, sesungguhnya Rasulullah telah mengabarkan bahwa tersebarnya alat musik merupakan salah satu tanda kiamat. Lalu, apakah kita ingin menyemarakkan tanda kiamat ini? Pembaca yang mulia, renungkanlah firman Allah berikut, “maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur : 63). Semoga Allah memberi petunjuk.
  1. Tersebarnya khamr
Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah… (kemudian beliau menyebut beberapa diantaranya) , dan diminumnya khamr” (HR. Muslim).
Hal ini juga merupakan tanda kiamat yang sudah tersebar. Dan yang lebih jelek dari itu adalah menamakan khamr dengan nama yang terkesan halal serta penjualan khamr secara terang-terangan.
  1. Hanya salam kepada yang dikenal
Rasulullah bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah seseorang mengucapkan salam kepada orang lain, dia tidak mengucapkannya kecuali kepada orang yang dia kenal saja” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir).
Ini juga merupakan perilaku yang dengan mudah dapat kita temui. Ketahuilah, menyebarkan salam kepada kaum muslimin adalah sebab tersebarnya rasa cinta sesama muslim dan sebab tertanamnya keimanan pada diri seseorang. Maka hendaknya kita berusaha menyebarkan salam kepada kaum muslimin baik yang kita kenal maupun tidak.
  1. Pemutusan tali silaturahmi dan akhlak buruk kepada tetangga
Rasulullah bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan silaturahmi, dan akhlak buruk kepada tetangga” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir).
Hal ini juga tanda kiamat yang sudah tersebar. Padahal Islam mencela orang yang memutuskan tali silaturahmi dan berbuat buruk kepada tetangga. Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi” (HR. Muslim). Dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhir, maka janganlah mengganggu tetangganya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Faidah penutup
Pembaca rahimakumullah, beberapa tanda kiamat yang disebutkan di atas setidaknya memberikan tiga faidah. Pertama, menambah keimanan kita kepada Rasulullah karena apa yang beliau kabarkan benar-benar terjadi di zaman ini, dan ini merupakan tanda kenabian beliau. Kedua, tanda kiamat yang disebutkan di atas adalah tanda kiamat yang tercela, maka hendaknya kita menjauhinya dan meninggalkannya. Ketiga, tanda kiamat yang sudah muncul menunjukkan semakin dekatnya hari kiamat. Maka sudah seharusnya kita mempersiapkan diri menyambut hari yang dekat itu dan menyiapkan perbekalan untuk hari yang tak berujung. “Dan berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa” (QS. Al Baqarah : 197). Wallahu a’lam. (Disarikan dari Asyrathus Sa’ah karya Yusuf bin Abdullah Al Wabil, penerbit Daar Ibnil Jauzy dengan beberapa perubahan dan tambahan) [Yananto Sulaimansyah]
buletin.muslim.or.id
READ MORE - Kiamat Semakin Dekat

Keutamaan Bersabar

Pembaca yang dirahmati Allah ta’ala, setiap kita pasti memiliki permasalahan. Bahkan terkadang sangat berat sehingga benar-benar menguji kesabaran kita.
Sebagian orang ada yang sampai berkata “Kesabaran saya sudah habis”, atau bahkan sampai keluar ucapan “Mengapa saya tertimpa musibah semacam ini, apa dosa saya, apa kesalahan saya, padahal saya juga sudah banyak beribadah, sungguh Tuhan tidak adil”. Ini sebagian contoh perkataan yang sering kita dengar. Namun perkataan tersebut tidaklah dibenarkan dalam syari’at Islam, bahkan menunjukkan lemahnya tauhid seseorang.
Pada buletin kali ini, kami akan mengulas secara singkat mengenai perkara yang sangat penting dimiliki setiap muslim, yaitu kesabaran.
Sabar Dalam 3 Perkara
Sabar adalah menahan jiwa dan menjaganya agar tidak sampai melakukan sesuatu yang tidsk selayaknya dilakukan. Terdapat 3 macam bentuk kesabaran, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dari menjauhi kemaksiatan kepada Allah, dan sabar dalam takdir Allah yang menyakitkan dan menyusahkan.
[1] Sabar Dalam Ketaatan Kepada Allah
Sabar jenis ini penting untuk dimiliki oleh setiap hamba, karena sesungguhnya jiwa seringkali terasa berat untuk menjalankan berbagai macam ketaatan. Hal tersebut karena jiwa cenderung menyukai sifat yang jelek, sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya): “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS Yusuf : 53).
Seringkali kita jumpai seorang yang beramal namun ia tidak bisa kontinu untuk mengerjakannya. Mereka bersemangat mengerjakan banyak amalan di awal waktu, namun setelah itu ditinggalkan. Untuk itu dibutuhkan kesabaran agar kita dapat kontinu dalam beramal, walaupun amalan tersebut sederhana. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim).
Allah ta’ala lebih menyukai amalan yang kontinu walaupun sederhana, karena hal tersebut lebih dapat membantu kontinunya suatu amal. Salah satu usaha agar dapat kontinu dalam beramal adalah dengan berdoa kepada Allah, diantaranya dengan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu).” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih).
[2] Sabar Dalam Menjauhi Kemaksiatan
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) “Surga itu diliputi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan, sedangkan neraka itu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan nafsu.” (HR. Muslim). Maka dibutuhkan kesabaran untuk dapat menjaga diri dari hal-hal yang menyenangkan hawa nafsu yang pada hakikatnya akan menjerumuskan kepada neraka. Dan kemaksiatan termasuk perkara yang disenangi oleh hawa nafsu.
Seorang yang beriman harus mengendalikan nafsunya dan melihat bahwa kemaksiatan adalah bukan hal yang sepele, melainkan perkara yang dapat membinasakan dirinya. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu berkata, ”Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) melihat dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.” (HR. Bukhari). Semua itu hanya dapat dilakukan dengan kesabaran.
[3] Sabar Dalam Menghadapi Takdir Allah
Termasuk kedalam rukun iman adalah kita meyakini adanya takdir atau ketetapan dari Allah ta’ala. Terdapat 2 macam takdir yang menimpa manusia, yang berupa kesenangan dan berupa kesedihan serta musibah. Pada jenis pertama maka kita wajib bersyukur, dengan bersyukur Allah akan tambahkan nikmat-Nya. Adapun yang kedua maka kita wajib bersabar. Dan keduanya (bersyukur dan bersabar) merupakan amalan ibadah yang memiliki nilai pahala di sisi Allah ta’ala.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia mendapat kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim). Maka sikap seorang muslim jika ditimpa musibah adalah bersabar dan yakin bahwa dibalik musibah yang dialaminya terdapat hikmah dari Allah ta’ala.
Sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.)” (QS. Al-Baqoroh 155 – 156).
Selain itu, musibah yang menimpa seorang mukmin merupakan bentuk ujian, sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (QS Al-Baqoroh : 214).
Allah Bersama Orang-Orang Yang Sabar
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqoroh : 153). Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk meminta pertolongan dalam perkara dunia dan akhirat dengan kesabaran dan shalat. Selain itu, ayat yang mulia ini menunjukkan keutamaan orang yang bersabar yaitu mendapat ma’iyyah (kebersamaan) Allah.
Kebersamaan Allah disini bukan berarti Dzat Allah berada di mana-mana, di antaranya bersama orang yang sabar tersebut, karena telah jelas bahwa Allah berada di atas ‘Arsy sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya), “Tuhan Yang Maha Pemurah Yang bersemayam di atas ‘Arsy” (QS Thaaha : 5). Kebersamaan Allah dengan hamba-Nya yang disebutkan dalam Al-Qur’an memiliki 2 makna, yaitu yang bersifat umum dan bersifat khusus.
Kebersamaan Allah yang bersifat umum memiliki arti kekuasaan dan ilmu Allah yang meliputi hamba-Nya, sebagaimana dalam firman Allah (yang artinya), “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Hadid : 4). Kebersamaan jenis ini berlaku umum untuk semua makhluk-Nya. Adapun kebersamaan pada ayat ini adalah bersifat khusus, yaitu kebersamaan dalam arti penjagaan dan pertolongan Allah ta’ala yang selalu menyertai hamba-Nya. Sehingga seluruh perkara yang dirasa berat, dengan pertolongan Allah akan terasa ringan dan mudah. Demikian keutamaan orang-orang yang bersabar. (Taisir Kariimirrahman – Syaikh As-Sa’di).
Kesabaran Tidak Ada Batasnya
Sebagian orang menyangka kesabaran memiliki batas. Maka jika dianggap sudah melewati batas, ia diperbolehkan untuk bertindak diluar aturan. Anggapan seperti ini tidaklah benar. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10). Allah telah menyiapkan pahala bagi mereka yang sabar dengan pahala yang tak terhitung. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang bersabar.
Syaikh As-Sa’di mengatakan dalam tafsirnya :”Maka Allah menjanjikan bagi orang-orang yang bersabar dengan pahala yang tak terhitung, yaitu pahala yang tidak terbatas dan tidak terukur. Hal tersebut tidak dapat terjadi kecuali karena keutamaan dan kedudukan sabar di sisi Allah”. Jika Allah telah menyiapkan pahala yang begitu besar bagi orang yang bersabar, maka mengapa kesabaran harus kita batasi?. Selain itu, kita juga yakin bahwa seluruh permasalahan yang datang, tidak mungkin melebihi kemampuan yang dimiliki seorang hamba. Sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqoroh 286).
Oleh karena itu segala permasalahan yang kita alami, niscaya dapat kita selesaikan dengan kesabaran, izin serta kekuatan dari Allah ta’ala. Kita beriman bahwa Allah adalah Dzat yang maha kuasa yang memiliki hikmah yang sempurna dalam seluruh ketetapan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Dengan keyakinan seperti ini maka sudah sepatutnya kita bersabar dengan segala ketetapan yang terjadi pada kita, dan ingat hal tersebut merupakan ujian bagi kita. Jika kita mampu bersabar maka Allah akan menaikan derajat kita di sisi-Nya.
Ujian yang dialami kita jika dibandingkan dengan para nabi dan rasul maka masih jauh lebih ringan. Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi. Dan manusia diuji sesuai dengan kadar kondisi agamanya. Sebagaimana riwayat dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi, shahih). Oleh karena itu ketika kita diberikan ujian, maka ingat masih ada orang yang lebih berat dari ujian yang kita alami, sehingga dapat membantu kita untuk bersabar.
Pahala Yang Besar Diawal Musibah
Pembaca yang dirahmati Allah ta’ala, kita telah mengetahui pahala yang sangat besar bagi mereka yang bersabar. Namun perlu diketahui, pahala sabar tersebut hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang melakukannya di awal terjadinya musibah. Adapun orang yang bersabar setelah sebelumnya marah, maka itu juga termasuk perkara yang baik namun tidak mendapatkan pahala yang dijanjikan.
Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari). Sabar di awal musibah memang sangat sulit untuk dilakukan, untuk itu Allah menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi pelakunya. Adapun orang yang tidak bersabar, bahkan mencela takdir, maka pada hakikatnya ia telah mencela Allah.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Taghaabun : 11). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim). Oleh karena itu ketika kita mengatakan, “Sial sekali hari ini” maka sesungguhnya secara tidak sadar kita telah mencela Dzat yang mengatur waktu, yaitu Allah ta’ala. Kita berlindung kepada Allah dari mencela takdir.
Demikian sedikit pembahasan mengenai sabar, semoga kita dimudahkan untuk mengamalkannya dan dimasukan ke dalam golongan orang yang mendapat keutamaan bersabar. [Ndaru Triutomo, S.Si.]
buletin.muslim.or.id
READ MORE - Keutamaan Bersabar

Sabtu, 28 Juli 2012

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.
Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.
Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-
Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)
Meninjau Fenomena Pacaran
Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!
Mustahil Ada Pacaran Islami
Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.
Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah
Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan. [Muhammad Abduh Tuasikal]

buletin.muslim.or.id
READ MORE - Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

Kamis, 08 Desember 2011

Bebas Stres Setelah Putus Cinta

Jangan sampai perpisahan Anda dengan mantan kekasih mengakibatkan kesedihan yang berlarut-larut juga stres yang berkepanjangan. Anda harus bangkit dan kembali menjalani hidup. Ini kiatnya.

Menerima
Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menerima keputusan yang sudah dibuat. Saat memutuskan berpisah, Anda dan mantan kekasih pasti sudah melewati banyak fase dan memiliki beragam pertimbangan. Untuk itu terimalah keadaan ini.

Jaga jarak
Hal ini bukan bertujuan untuk memutuskan tali silaturahmi. Namun setelah putus, sebaiknya Anda dan kekasih menjaga jarak terlebih dahulu. Kondisi emosional Anda dan dia belum stabil. Jangan sampai pertemuan-pertemuan yang tidak perlu justru membuat Anda dan mantan membuat keputusan yang akan disesali nantinya.

Berhenti menyalahkan
Kondisi emosional akan terus terganggu jika Anda terus-menerus membahas kesalahan mantan ataupun kesalahan Anda sendiri. Jangan lagi terpaku pada masa lalu. Jika memang ada kesalahan yang Anda perbuat di hubungan yang lalu, jangan lagi menyalahkan diri sendiri. Perbaikilah diri Anda agar sukses menjalankan hubungan di masa mendatang.

Nikmati kesendirian
Jangan terburu-buru memulai hubungan yang baru. Jangan pernah memulai hubungan karena alasan kesepian. Cobalah nikmati kesendirian Anda terlebih dahulu. Inilah saatnya Anda menikmati waktu dengan para sahabat juga keluarga. Terburu-buru memiliki hubungan baru justru memperbesar risiko Anda mengulangi kesalahan yang sama.

Jangan balas dendam

Balas dendam adalah salah satu tanda bahwa Anda belum rela melepaskan mantan. Lagi pula, tujuan balas dendam hanya akan menyakiti diri Anda sendiri. Berusaha membuat mantan cemburu dan sebagainya hanya akan membuat kesedihan Anda makin berlarut-larut.

Menjalankan hobi
Jika sebelumnya waktu Anda habis untuk berduaan dengan pasangan saja, inilah waktunya melakukan hal-hal yang Anda sukai tanpa memikirkan perasaannya. Anda bisa bersepeda, menyelam, atau sekedar menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk melepas stres.

Bersyukur
Ini mungkin terdengar aneh, tapi yakinlah bahwa perpisahan mungkin jalan terbaik bagi Anda dan mantan untuk saat ini. Seperti yang telah ditulis pada poin pertama, keputusan berpisah bukanlah keputusan terburu-buru, melainkan sudah dipikirkan baik-baik. Mungkin saja perpisahan ini adalah jalan untuk mendapatkan seseorang yang lebih baik.

Bagaimanapun, perpisahan jangan dijadikan alasan untuk menarik diri dari kehidupan sosial. Perpisahan juga bukan alasan untuk “mengobral” diri kepada siapa pun yang Anda anggap menarik. Percayalah, segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.
Jika Anda merasa perpisahan kali ini sangat menyakitkan, yakinlah, waktu yang akan menyembuhkan perasaan Anda. Semoga berbahagia!
yahoo.com
READ MORE - Bebas Stres Setelah Putus Cinta

Selasa, 06 Desember 2011

Cara menghadapi pasangan yang keras kepala

Mempunyai pasangan yang keras kepala terkadang membuat kita jengkel atau emosi, terlebih apabila hal yang diperdebatkan sebenarnya merupakan hal sepele. Hal kecil yang seharusnya tidak pantas untuk diperdebatkan malah menjadi masalah yang cukup besar, dikarenakan sifat keras kepalanya tersebut.

Untuk menghadapi sifat pasangan yang seperti itu dibutuhkan kesabaran yang ekstra jangan sampai anda terbawa emosi pada saat anda berdebat dengan si dia, hal ini perlu dilakukan agar kelangsungan hubungan anda tidak terganggu. Berikut ini beberapa cara untuk menyiasati pasangan yang mempunyai sifat keras kepala.

1.Berusaha berbicara jujur kepadanya tentang apa yang kamu inginkan darinya, berbicara jujur lebih baik dari pada anda hanya memendam dalam hati saja.Jika anda tetap diam bagaimana dia akan sadar tentang keinginan anda untuk merubah sifat keras kepalanya tersebut.

2.Adakan Komunikasi dengan mengungkapkan isi hati masing-masing, cari waktu yang tepat untuk melakukan hal ini agar terjadi komunikasi yang efektif, hal ini dilakukan untuk mencari tahu seperti apa sebenarnya pasangan kita, dan apa yang sebenarnya dia inginkan dari diri kita.

3.Cobalah untuk mengalah, pada saat si dia tidak bisa mengerti dirimu cobalah untuk mengalah, jika keadaanya sudah membaik coba bicarakan secara halus kalau kamu sebenarnya tidak suka dengan apa yang dia inginkan.

4.Tanya padanya apa yang sebenarnya dia inginkan darimu, jika dia sudahmemberikan jawaban coba kamu pikirkan sejenak apakah kamu bisa melakukanya. Jika tidak bilang saja baik-baik denganya tetapi jangan sampai terpancing emosi.
perempuan.com
READ MORE - Cara menghadapi pasangan yang keras kepala

Kebiasaan Wanita yang kurang dimengerti Pria

Dalam kehidupan sehari-hari, dengan kita sadari atau tidak, sebenarnya terdapat beberapa kebiasaan kaum wanita yang umumnya kurang dipahami oleh kaum pria ( habits of women which most men do not understand ), walaupun sebenarnya kebiasaan tersebut tidak disengaja, atau mungkin sebagai akibat dari dorongan yang berbeda antara pria dan wanita.
Ada baiknya untuk mengetahui beberapa kebiasaan wanita yang umumnya kurang dimengerti oleh sebagian besar pria ( women's habit which most men do not understand ) agar tercipta hubungan yang saling pengertian dan saling menghargai ( to create a mutual understanding relationship ) yang mendorong terciptanya hubungan percintaan yang harmonis dan mesra antara pria dan wanita.
Sahabat karib
Pria juga memiliki sahabat baik, namun yang tidak dimengerti oleh kaum pria adalah mengapa umumnya wanita bisa menceritakan tentang apa saja kepada sahabat karibnya, termasuk tentang hal-hal yang sifatnya sangat pribadi namun wanita cenderung tidak bisa terbuka kepada pasangan hidupnya.
Menggerutu
Sering pria tidak bisa memahami wanita saat mereka sedang menggerutu tentang seseorang tapi pada waktu yang berbeda wanita tersebut mengobrol selama berjam-jam dengan orang yang sama. Hal ini sangat membingungkan bagi kaum pria, karena pada waktu yang berbeda jika si wanita menggerutu lagi tentang orang tersebut, si pria tidak tahu mesti berbuat apa. Haruskah mereka tetap menganggap orang tersebut sebagai teman atau justru harus menghindari orang tersebut.
Menangis
Kebanyakan pria tidak suka bila melihat wanita menangis. Mereka sebenarnya bingung dan merasa bersalah, karena tidak mengetahui alasan wanita menangis ( crying ). Pria tidak bisa membedakan air mata kesedihan ( tears ) atau karena hal yang lain, misalnya air mata yang keluar saat mengiris bawang. Selain itu, pria sebenarnya merasa iri karena pria tidak bisa mengekpresikan perasaan mereka seperti wanita dengan menangis.
Rasa ingin tahu yang besar
Terkadang, pria hanya ingin berdiam diri dan tidak memikirkan apa-apa atau melakukan sesuatu tanpa disertai alasan tertentu. Namun hal ini justru membuat wanita penasaran dan ingin tahu. Sering kali wanita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup terasa mengganggu bagi pria pada saat-saat seperti ini. Sehingga pria sering bertanya pada dirinya sendiri apakah segala sesuatu harus disertai dengan alasan.
Cemburu
Pria cenderung sulit untuk memahami sifat wanita yang kadang terasa begitu terlalu menguasai di satu sisi namun di saat lain memberikan perhatian yang berlebih.
Cinta / Love
Bagi pria, mereka tidak perlu sering-sering mengucapkan "Aku Cinta Padamu" (" I Love You "). Sehingga pria juga terkadang berpikir mengapa pasangannya kerap kali menanyakan apakah mereka masih mencintai ( love ) pasangannya atau tidak. Menurut pola pikir pria pada umumnya, jika anda sudah mengetahui bahwa 1+1=2, mengapa harus ditanyakan lagi dan lagi.
Belanja
Umumnya pria juga kurang menyukai saat-saat berbelanja yang bagi sang wanita merupakan salah satu jenis olah raga. Apalagi jika acara berbelanja disertai dengan kegiatan tawar menawar (" bargaining ") yang dianggap sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu dan tenaga bagi pria.
Mantan kekasih
Pria sering bingung mengapa pasangannya membenci mantan pasangan si pria dan melarang si pria untuk menemui mantan pasangannya tersebut. Namun di sisi lain, si wanita merasa boleh saja menemui atau menerima ajakan untuk bertemu dari mantan pasangan si wanita. Sang pria akan merasa perlakuan ini dirasa tidak adil, maka jangan heran jika beberapa pria menjadikan selingkuh sebagai alasan pelampiasan rasa jengkel.
Cerewet
Kebiasaan wanita yang lain yang tidak dimengerti oleh pria adalah cerewet. Sering pria akan merasa tidak tahan dan segera lari jika mendapati pasangannya yang cerewet.
perempuan.com
READ MORE - Kebiasaan Wanita yang kurang dimengerti Pria

Jumat, 02 Desember 2011

Perempuan Pintar Selalu Bermasalah dengan Pria?

Terbutakan oleh cinta, salah mengambil keputusan berulang kali, setia pada satu pria yang sebenarnya tak membuatnya bahagia, intuisi kuat ingin mengakhiri hubungan namun memilih bertahan, inilah sejumlah masalah yang dialami perempuan pintar karena terjebak dalam emosinya tentang cinta.

Jatuh cinta namun tak bahagia kerap dialami perempuan tipe ini, lantaran ia selalu mencari alasan untuk bertahan. Termasuk menjustifikasi dan merasionalisasikan berbagai hal yang dialami dan dirasakannya. Meski jauh di dalam lubuk hatinya, ia ingin membebaskan diri dari perasaan cinta yang tak membahagiakan tersebut.

Pilihan untuk bertahan pada suatu hubungan, meski merasa tak bahagia, merupakan tanda bahwa Anda terjebak dalam emosi yang membutakan. Meski berpendidikan, namun ketika seorang perempuan tak mampu berpikir logis untuk membuat pilihan dan keputusan yang baik dan benar, ia akan terjebak dalam hubungan cinta bak rollercoaster.
Kata cinta kerap diungkapkan perempuan tipe ini, meski ia tahu pasangannya tak memperlakukannya dengan baik. Meski begitu, perempuan tipe ini juga berusaha mencari bantuan dengan berbagi cerita dengan teman-temannya. Namun, apa yang berhasil dilakukan teman-temannya, tak juga dapat diaplikasikan dalam kisah cintanya sendiri. Ia pun kembali terjebak dalam perasaan cinta yang penuh emosi tanpa logika.

Anda pernah merasakan hal ini? Untuk mengingatkan kembali, inilah yang sering dialami perempuan tipe ini, "Saya merasa tidak bahagia bersamanya dan merasa ada yang tak benar, tapi saya mencintainya."

Kalau perasaan seperti ini yang Anda alami, lakukan sesuatu untuk meraih kebahagiaan sejati. Cinta adalah ketika Anda dan dia saling menghargai, membuat Anda merasa dihargai dan bahagia karenanya. Anda dan pasangan semestinya menikmati hubungan dan perjalanan cinta, dan meningkatkan kualitas hidup bersamanya.

Untuk mendapatkan kebahagiaan seperti ini, jangan biarkan emosi menguasai diri. Jangan pernah berikan kesempatan pada emosi menguasai pikiran Anda sehingga memengaruhi pilihan dan keputusan yang Anda buat. Setiap kali mengambil keputusan dan pilihan dengan emosi, Anda akan terus berbuat kesalahan dan melakukan hal bodoh lainnya.

Boleh saja menyalahkan pria yang bersikap semaunya terhadap Anda. Namun, Anda juga perlu merefleksikan diri. Kenali lebih jauh ke dalam diri, dan kenali emosi yang selama ini memimpin Anda dalam mengambil keputusan yang salah. Lalu kelola emosi Anda lebih baik dari sebelumnya.

Joe Amoia, coach hubungan berpasangan dan pendiri situs Smarter Dating For Women memberikan saran untuk mulai mengambil keputusan dan pilihan lebih baik untuk menjadi bahagia dalam hubungan.

"Jika Anda ingin tahu pilihan mana yang lebih baik, berpikirlah bagaimana seandainya teman Anda yang mengalaminya. Kira-kira, saran apa yang akan Anda berikan kepada teman Anda yang mengalami masalah sama dengan Anda. Saran inilah yang juga perlu Anda terapkan pada diri sendiri. Sesederhana itu caranya," kata Amoia.

Sekali saja Anda mampu mengelola emosi dan membuat pilihan juga keputusan sesuai intuisi dan keinginan dari dalam diri Anda, masalah kencan dan membuat pilihan dalam memilih pasangan akan terasa lebih mudah.

Kebahagiaan adalah juga milik Anda. Dan Anda dapat meraihnya dengan menyingkirkan emosi yang mengarahkan Anda pada jalan yang salah. Setelahnya, Anda akan merasa lebih ringan membuat keputusan dalam hidup, termasuk mendapatkan pasangan yang Anda inginkan dan lebih layak untuk Anda.
kompas.com
READ MORE - Perempuan Pintar Selalu Bermasalah dengan Pria?

Kamis, 24 November 2011

Dinding Tipis Pemisah Cinta&Benci Ditemukan

Tak jarang orang mengatakan terdapat dinding tipis yang memisahkan antara cinta dan benci. Rupanya hal itu bukan sekedar ungkapan belaka. Kini para ilmuan dikabarkan kenapa dinding tersebut ada.

Penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah orang yang sedang marah atau benci menunjukan aktivitas di area otak yang juga merupakan area menumbuhkan perasaan cinta. Demikian hasil penelitian yang dilaporkan oleh Semir Zeki dan John Paul Romaya dari University Collage London, Rabu (29/10).

"Keterkaitan mungkin dapat membantu mengetahui mengapa cinta dan benci berhubungan satu sama lain dalam hidup. Hasil yang kami peroleh menunjukan bahwa terdapat tanda unik dari aktivitas otak dalam konteks benci," ujar para peneliti dalam jurnal Perpustakaan kesehatan Plusone.

Hasil penelitiam menunjukan, gambar 17 pria dan wanita yang menjadi sukarelawan mengakui mereka membenci tiga hal. Kebencian individu terutama pada mantan pacar atau rival kerja terkecuali pada politisi terkenal.

Hasil scan pada otak mengidentifikasikan sebuah tanda dari aktivitas pada area yang berbeda di otak yang disebut peneliti sebagai "sirkuit kebencian" yang menyala ketika masyarakat merendahkan atau menghina mereka. Demikian dituturkan para peneliti.

"Sejauh yang kita telusuri, keunikan terletak bagaimana rasa benci tersebut aktif ketika individu dalam kondisi yang memancing rasa benci tersebut," ujar peneliti dalam tulisannya.

Zeki memaparkkan, sirkuit rasa benci meliputi struktur dalam korteks dan sub-korteks dan mereprensentasikan sebuah tanda berbeda dari emosi seperti rasa takut, ancaman dan bahaya.

"Satu bagian otak yang aktif merupakan area yang memprediksi sesuatu yang juga merupakan kunci ketika mulai membenci seseorang," katanya.

Dia menambahkan, aktivitas otak terjadi pada putamen dan insula, dua area yang aktif ketika orang-orang terlihat dengan wajah bahagia. Ilmuwan menghubungkan keterkaitan antara aksi dan dengan keadaan yang sulit atau menyusahkan.

Tetapi juga terdapat perbedaan penting. Bagian terbesar dari otak serebral korteks yaitu sebuah area yang berhubungan dengan hal prasangka dan alasan, tidak diaktifkan oleh cinta kemudian dibandingkan dengan rasa benci.

Diantara kedua emosi akan mempengaruhi perasaan, mungkin bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta akan minim kritik dan prasangka mengenai rekan mereka tapi membutuhkan fokus lebih ketika melakukan persetujuan dengan rival.

"Seperti halnya dalam konteks benci, para pembenci mungkin membutuhkan latihan untuk menahan diri berparsangka terhadap orang lain yang mengakibatkan kerugian," ujar Zeki.
republika.co.id
READ MORE - Dinding Tipis Pemisah Cinta&Benci Ditemukan

Rabu, 23 November 2011

10 Hal yang Diperdebatkan Pasangan Menjelang Pernikahan

Pernikahan adalah hal yang membutuhkan banyak persiapan karena menyangkut kepentingan dua keluarga. Tak heran akan mengundang perdebatan dari kedua pihak karena kemungkinan terbesar, masing-masing pihak memiliki keinginan yang bertentangan.

Stres berkepanjangan menjelang hari pernikahan bisa membuat jarak antara Anda dan si dia. Masalah sepele saja bisa mengiritasi perasaan Anda dan dia. "Perencanaan hari pernikahan adalah sebuah percobaan untuk lembaga pernikahan Anda nanti. Hal-hal yang menjadi perdebatan saat merencanakan pernikahan adalah tanda-tanda di pokok hal yang akan menjadi topik sensitif di masa mendatang," terang Tina B. Tessina, psikoterapis dan pengarang True Partners: A Workbook for Building a Lasting Intimate Relationship. Berikut adalah beberapa penyebab perdebatan antarpasangan.

Keluarga
Daftar undangan keluarga si dia makin lama makin panjang, namun dana yang dikucurkan dari pihaknya tak bertambah. Tessina mengatakan, argumen tipe ini adalah prototipe permasalahan finansial di masa mendatang. Sarannya: Cobalah untuk melihatnya dengan gaya bisnis. Katakan pada pasangan Anda, "Ini adalah daftar undangan dari pihak keluarga kamu beserta anggaran dananya, ini adalah daftar undangan keluargaku beserta data anggarannya. Maukah keluarga kamu mengeluarkan dana lebih?"

Dr. Patrick Gannon, psikolog, mengatakan, bahwa dalam sebuah permasalahan, apalagi yang menyangkut keuangan semacam ini, cobalah untuk mencari isu-isu tersembunyi di baliknya. Apakah Anda sensitif dengan isunya atau keseimbangan, atau keadilan? Apalah salah satu dari Anda memiliki obligasi yang lebih besar kepada orangtuanya hingga pelaksanaan acara pernikahan harus dilaksanakan dalam cara tertentu?

Keterlibatan pengantin pria
Sepertinya si dia tak peduli dengan acara pernikahannya? Kok bisa, sih? Tessina mengatakan, "Umumnya pria tak terlalu memusingkan masalah desain dan dekorasi. Jangan putus asa ketika ia tak terlalu memberikan kesan yang mengindikasikan bahwa ia ingin terlibat dalam hal penataan acara pernikahan." Pastikan bahwa tak ada masalah mendasar yang menjadi penyebabnya. Sebaiknya Anda mencari tahu sebenarnya ia akan lebih tertarik untuk mengurus hal apa, dan doronglah ia untuk berpartisipasi pada bagian tersebut. Kadang pria berpikir bahwa hari pernikahan adalah hari yang ditunggu para wanita, sehingga ia cenderung melepas acara tersebut agar si wanita puas mengerjakannya. Atau, mgkn ia merasa orangtuanya atau orangtua Anda sudah sangat mengambil alih.

Uang
Anda menghabiskan banyak dana pada pakaian pengantin dan perawatan tubuh, sementara ia ingin menyisihkan dana untuk berbulan madu di luar negeri. Untuk masalah klasik ini, sebaiknya sama-sama duduk dan berpikir rasional. Mengapa Anda butuh mengeluarkan banyak dana pada busana pengantin? Penggunaan uang sebaiknya seimbang dan untuk kepentingan kedua pihak. Setidaknya bulan madu adalah hal yang sama-sama dinikmati kedua pihak.

Adat dan tradisi
Pertanyaan-pertanyaan, seperti, "Mengapa si dia tak mau berusaha untuk mengerti tradisi di keluargaku?" Jika hal ini sering terjadi, sebaiknya pastikan si calon suami mengerti apa yang diharapkan darinya, dan ia mungkin tak mengerti adat yang Anda ingin jalankan. Disarankan untuk mengajaknya berdiskusi mengenai adat yang ingin dijalankan. Apa gunanya dan apa makna yang dikandung.

Estetika
Awalnya Anda ingin si dia lebih terlibat dalam perencanaan pesta resepsi, namun, tiba-tiba ia menjadi sangat pemilih dan memikirkan segalanya. Anda berdua perlu membicarakan wilayah kekuasaan dan siapa yang memegang keputusan akhir menyangkut perencanaan acara pernikahan. Putuskan mana yang menjadi prioritas dengan menuliskan hal-hal prioritas yang harus dipikirkan menyangkut pernikahan bagi masing-masing pihak. Adalah hal yang baik untuk masing-masing saling belajar bagaimana memprioritaskan, bernegosiasi, dan berkompromi dengan pasangan. Kemampuan ini akan menjadi hal penting di masa mendatang.

Lokasi
Coba tanyakan alasan ia ingin menikah di rumahnya. Apakah karena keluarga dan teman-temannya banyak di sekitar lokasi itu? Apakah keluarganya juga banyak yang berdomisili di sekitar wilayah itu? Jika tidak, mana yang lebih ia inginkan, banyak keluarga yang datang atau lebih banyak teman yang datang? Mengapa tidak melangsungkan pernikahan di tengah kota, yang bisa dijangkau dari berbagai lokasi?

Sikap perfeksionis berlebihan
Pernah mendengar istilah "bridezilla"? Ini adalah sebuah julukan untuk wanita yang bersikap seperti orang yang sangat terobsesi dengan acara pernikahannya. Kadang, "bridezilla" ini berlebihan dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pernikahannya. Jika tiba-tiba ia mengutarakan keberatannya mengenai sikap Anda yang seperti orang stres saat mengurus pernikahan, jangan anggap sepele. Hal ini bisa jadi merupakan tanda peringatan. Tentu, Anda ingin hari pernikahan Anda berlangsung indah dan menarik. Namun, jangan sampai sifat perfeksionis Anda tersebut mengorbankan hubungan Anda dan dia.

Perjanjian pranikah
Mungkin pertanyaan yang muncul saat istilah "perjanjian pra-nikah" muncul adalah, "Mengapa ia sangat ingin menyusun rencana perceraian padahal pernikahannya saja belum dimulai?" Jangan langsung berpikiran yang buruknya. Tessina berkata, "Jika Anda pikir kembali, perjanjian pranikah bisa menjadi aset yang besar untuk Anda, juga untuk dirinya." Hal ini adalah sebuah diskusi esensial mengenai masalah finansial sebelum masing-masing memutuskan untuk berkomitmen. Alaminya, perjanjian ini akan membawa lebih banyak isu ketimbang hanya soal keuangan untuk kebanyakan pasangan. Hal ini juga akan menyangkut masalah emosional di antara pasangan, yang seringkali berhubungan dengan kepercayaan, komitmen, dan keteguhan satu sama lain, dan masa depan pernikahan. Jangan biarkan masalah ini tak terpecahkan atau tidak disepakati bersama, karena bisa mengikis rasa kasih di antara pasangan.

Masa lalu
Bagaimana dengan mantan kekasihnya di masa lalu? Apakah harus diundang? "Coba bersikap dewasa. Anda sudah memenangkan pertarungan ini. Ia sudah memilih Anda sebagai pendamping hidupnya. Jangan memperkeruh suasana dengan menjadi orang yang cemburuan. Cobalah untuk menerimanya bahwa ia pernah ada di alur calon suami Anda," jelas Tessina. Anda perlu mendiskusikan hal ini dengan pasangan mengenai kehadiran para mantan di antara Anda berdua.
Sumber: The Knot
READ MORE - 10 Hal yang Diperdebatkan Pasangan Menjelang Pernikahan

Senin, 21 November 2011

Punya Sahabat Biar Tetap Sehat

Memiliki hubungan sosial yang baik–seperti dengan teman, pernikahan, atau anak–sama baiknya untuk menjaga kesehatan, seperti halnya dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau bahkan makan obat. Demikian hasil penelitian di Amerika Serikat dua pekan lalu.
Orang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibanding mereka yang tanpa dukungan hubungan ini. Inilah kesimpulan temuan tim dari Brigham Young University di Utah. “Efek buruknya hubungan sosial sama dengan menghirup 15 batang rokok per hari,” kata Julianne Holt-Lunstad, psikolog yang memimpin penelitian itu.
Tim Holt-Lunstad melakukan analisis terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Mereka menganalisis 148 penelitian terhadap lebih dari 308 ribu orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata selama tujuh setengah tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLos Medicine terbitan Public Library of Science.
Penelitian ini mengukur hubungan sosial dengan beberapa jalan. Seperti yang sederhana, melihat ukuran hubungan sosial yang dimiliki seseorang, misalnya apakah orang tersebut menikah atau tinggal sendirian. Penilaian juga dilihat dari persepsi seseorang, apakah mereka merasa akan ada orang lain yang akan membantunya saat mereka butuh pertolongan. Penilaian lain diambil dari seberapa kuat seseorang terlibat dalam komunitasnya. Hasil penelitian ini kemudian dicek silang dengan usia, jenis kelamin, status kesehatan, dan penyebab kematian saat orang tersebut meninggal.
Memiliki hubungan sosial yang buruk ternyata setara dengan menjadi pecandu alkohol. Ini lebih membahayakan dibanding tidak berolahraga dan dua kali lebih berbahaya dibanding obesitas atau kelebihan berat badan.
Tak memiliki hubungan sosial punya dampak yang lebih besar untuk kematian muda dibanding tidak melakukan vaksinasi untuk mencegah pneumonia atau radang paru-paru di usia muda, tidak mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi, atau terpapar udara berpolusi.
“Saya tentu saja bukan menganggap remeh berbagai faktor risiko lain karena tentu saja ini penting untuk menjaga kesehatan,” kata Holt-Lunstad. “Tapi kita perlu menganggap masalah hubungan sosial sebagai sesuatu yang serius juga.”
Memang tak mudah untuk tiba-tiba saja menyuruh orang untuk punya sahabat atau tidak. Tapi menurut Holt-Lundstad, ada sejumlah bukti yang menyatakan bahwa menggaji orang untuk menemani seseorang sebagai pengurus tidak termasuk dalam upaya meningkatkan kesehatan. Misalnya pada kelompok usia lanjut yang mendapatkan seorang perawat, yang digaji anak-anaknya, untuk mengurusi mereka. “Alaminya, menjalin hubungan sangat berbeda dengan mendapatkan dukungan dari seseorang yang dibayar untuk tujuan itu,” kata Holt-Lunstad.
Lalu bagaimana kehidupan sosial kita bisa mempengaruhi kesehatan kita? Holt-Lunstad menjelaskan, keberadaan orang yang dekat secara emosional di sekeliling kitalah yang membuat kita mampu menghadapi stres hidup–sesuatu yang diketahui bisa menyebabkan kematian jika tak tertahankan.
“Saat kita menghadapi kejadian yang potensial menimbulkan stres dalam hidup kita, kita tahu bahwa ada orang-orang di sekeliling kita yang bisa kita andalkan. Ini menjadikan kita percaya bahwa mereka akan membuat kita mampu menghadapinya. Bisa juga keberadaan mereka mencegah berbagai efek negatif dari stres,” kata Holt-Lunstad.
Sahabat atau orang dekat juga bisa mendorong berbagai perilaku sehat–juga tak sehat–yang bisa mempengaruhi hidup. Misalnya, teman kita mungkin bisa mengingatkan untuk makan lebih baik, berolahraga, cukup tidur, atau mengunjungi dokter. Memiliki hubungan sosial juga memberi arti dalam hidup kita dan mungkin mempengaruhi kita untuk menjaga diri kita lebih baik.
|
Sehat Itu Rasanya:
-Merasa puas dalam menjalani hidup.
-Punya semangat menjalani hidup dan bisa tertawa dan bersenang-senang.
-Mampu menghadapi stres dan mengatasi kesulitan hidup.
-Merasa punya arti dan tujuan dalam hidup, baik dalam tiap aktivitas atau hubungan sosial.
-Punya kelenturan untuk mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi dengan perubahan.
-Seimbang dalam bekerja, bermain, beristirahat, dan beraktivitas lainnya.
-Mampu membangun dan mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan pasangan.
-Punya kepercayaan diri yang tinggi dan citra diri yang baik.
Ayo Mencari Teman
-Sesekali berpalinglah dari televisi, layar komputer, dan layar ponsel. Jangan ganti persahabatan nyata dengan yang sifatnya virtual.
-Luangkan waktu beberapa jam dalam sehari untuk kontak bertemu wajah dengan orang-orang yang disukai. Pilih teman, tetangga, kerabat, atau anggota keluarga yang seirama dan punya pandangan yang positif pada Anda.
-Ikuti kegiatan sosial yang bersifat sukarela. Lakukan sesuatu yang bisa menolong orang lain yang membutuhkan.
-Ikuti berbagai kegiatan yang memberi peluang bertemu dengan berbagai macam manusia yang mungkin punya selera dan minat yang sama dengan Anda, orang yang berpotensi menjadi teman Anda.
tempointeraktif.com
READ MORE - Punya Sahabat Biar Tetap Sehat

Minggu, 20 November 2011

Mau Bahagia? Cari Kesibukan

Individu yang menjaga kesibukan, bahkan kesibukan yang seolah tanpa tujuan, cenderung menjadi lebih bahagia ketimbang mereka yang tidak sibuk. Kesimpulan itu didapat dari hasil penelitian yang dilakukan pakar dari University of Chicago dan Shanghai Jiaotong University yang dipublikasikan jurnal Psychologigal Science beberapa waktu lalu.

"Fenomena umum yang kami tertarik padanya adalah mengapa orang-orang dalam masyarakat modern begitu sibuk melakukan apa yang mereka lakukan. Orang-orang sibuk, bekerja keras, melampaui kebutuhan dasar mereka," ujar anggota peneliti Christopher K. Hsee.

Sebanyak 98 sukarelawan yang ikut dalam penelitian tersebut diminta menyelesaikan survei. Usai survei pertama mereka diminta menunggu selama 15 menit sampai survei berikutnya dilakukan. Mereka diberikan pilihan mengembalikan survei pertama yang telah komplet itu pada lokasi yang dekat dan tidak melakukan apa-apa sampai 15 menit berlalu. Atau mereka mengembalikan survei pada lokasi yang jauh dengan berjalan kaki. Apapun pilihan yang dipilih, mereka dihadiahkan coklat sampai survei berikutnya diberikan pada mereka. Partisipan yang memilih pilihan kedua dengan berjalan menuju lokasi pengembalian survei yang jauh terlihat lebih bahagia ketimbang yang pertama.

Sayangnya 68 persen lebih partisipan lebih memilih menetap. Karena itu Christopher menyarankan siapapun untuk mencari aktivitas yang bisa menyibukan diri. Beraktivitas bisa lebih membuat bahagia dan itu jauh lebih baik ketimbang diam. "Bangkitlah dan lakukan sesuatu. Apa saja. Bahkan jika apa yang Anda lakukan itu tidak ada gunanya sekalipun, Anda akan merasa lebih baik dengan itu," sarannya.

Dia menambahkan pemerintah bisa lebih meningkatkan kebahagian rakyatnya dengan memberikannya aktivitas. "Jika kita dapat merancang sebuah mekanisme untuk seorang penganggur untuk terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak membahayakan, kami pikir itu lebih baik daripada kesibukan yang destruktif," ujar Christopher.
tempointeraktif.com
READ MORE - Mau Bahagia? Cari Kesibukan

Rabu, 09 November 2011

2 Tipe Pria yang Harus Dihindari

Kini, perempuan muda lebih punya banyak pilihan cara menemukan pasangan. Pasalnya, perempuan urban modern lebih memiliki banyak akses untuk mencari pasangan kencan. Namun, saking banyaknya pilihan, justru perempuan muda juga terjebak dalam hubungan dengan pria berperangai buruk.

Berbagai kemudahan, mulai dari internet hingga berbagai aktivitas sosial yang mempertemukan perempuan dan laki-laki sebenarnya membantu perempuan muda menemukan pria idamannya. Perempuan muda masa kini juga lebih mampu membuat keputusan atas dirinya. Termasuk menentukan keberlangsungan hubungan. Apakah hubungan dilanjutkan ke pernikahan atau tidak, dengan menilai kepribadian si dia.

Sayangnya, dengan banyaknya pilihan cara mencari pasangan justru tak sedikit perempuan yang lantas memandang negatif semua laki-laki, karena pengalaman buruk dengan pasangannya.

Rachel Russo, coach pasangan dan edukator pernikahan, memberikan saran untuk Anda, dalam menemukan pria idaman yang tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik. Russo mengatakan, untuk mendapatkan pasangan ideal, prinsipnya, sebisa mungkin hindari dua tipe laki-laki ini:

1. Pria berlagak "brengsek".

Pria tipe ini adalah mereka yang sebenarnya pria baik, namun tumbuh dengan cara buruk. Mereka menjadi seakan-akan brengsek, tak tahu cara memperlakukan pasangannya dengan baik, karena dididik dengan cara yang keliru. Pria tipe ini tak terbiasa mengungkapkan emosi dan bersikap terbuka dengan lawan jenis. Mereka dididik dan diasuh dengan cara ini.

Baginya, menunjukkan perasaan sama saja mengibiri diri. Para pria ini kemudian muncul dengan karakter yang sok tangguh dan kuat. Punya kontrol kuat atas emosi dan perasaannya, dan berusaha tak pernah menunjukkannya.

Dalam hubungan, pria tipe ini cenderung bersikap abu-abu. Jika Anda menunjukkan bahwa Anda ingin membawa hubungan ke tahap lebih serius, pria tipe ini justru akan melakukan berbagai hal yang membuat Anda bertanya-tanya apakah dia sebenarnya cocok untuk Anda. Pria tipe ini juga berpikir bahwa perempuan sama "brengsek" nya dengannya.

2. Pria "brengsek" sebenarnya.
Kalau tipe yang satu ini, sebaiknya Anda jauhi. Citra "brengsek" melekat dalam dirinya. Pria tipe ini datang dan pergi semaunya. Ia hanya datang di kala ada maunya saja. Sebenarnya, pria tipe ini tak ingin melakukan berbagai hal bersama Anda.

Pria tipe ini hanya akan menghubungi Anda saat ada maunya, atau saat ia sedang mabuk. Ia juga cenderung berbohong kepada Anda, memanupulasi pasangannya, membuat Anda merasa sangat dicintainya namun hal itu dilakukan karena ia menginginkan tubuh Anda atau berhubungan seks semata.

Karakter seperti ini menurun dari orangtuanya, terutama ayahnya. Menurut Russo, biasanya pria tipe ini juga memiliki ayah dengan karakter sama.

Untuk menemukan pria impian, tak hanya dua tipe pria ini yang perlu Anda pahami dan hindari. Jika Anda ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, Anda juga perlu menjadi perempuan cerdas yang tahu kapan harus mengakhiri hubungan dan meninggalkan pasangan yang bersikap buruk.

Jika Anda mengidentifikasi pasangan termasuk dua tipe ini, segera selamatkan diri Anda. Jangan sampai Anda jatuh hati terhadapnya, apalagi berhasil dimanipulasinya. Selalu ada tanda-tanda yang bisa Anda kenali untuk menghindarkan diri dari pria berperangai buruk ini. Anda hanya perlu lebih jeli dan peka melihat tanda, dan berani membuat keputusan untuk menjadi lebih bahagia, meski harus meninggalkannya.
kompas.com


READ MORE - 2 Tipe Pria yang Harus Dihindari

Kamis, 27 Oktober 2011

Psikopat Bisa Dikenali dari Cara Bicaranya

Semua psikopat mungkin tidak sama, tetapi memiliki pola bicara yang sama ketika menceritakan kejahatannya. Ketika menceritakan kejahatannya, psikopat tidak memiliki emosi dan membicarakan sebab-akibat.

Psikopat adalah orang yang mengalami gangguan kepribadian yang ditandai dengan tidak adanya prinsip moral, emosional dan ketidakmampuan untuk menampilkan perilaku normal.

Psikopat cenderung memfokuskan perhatiannya pada kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan uang daripada kebutuhan sosial seperti keluarga atau agama. Bahkan selama diwawancarai, kebanyakan psikopat menceritakan apa yang ia makan di hari ia melakukan kejahatan.

Peneliti di Cornell University menggunakan perangkat lunak untuk menganalisa pola bicara dari 52 orang yang dihukum karena pembunuhan. 14 orang di antaranya memenuhi syarat sebagai seorang psikopat karena mampu merinci kejahatannya. Hasilnya, ke-14 psikopat tersebut memiliki kualitas bicara yang sama.

Dibandingkan dengan 38 orang pembunuh lainnya yang dihukum dalam sampel penelitian, psikopat cenderung menggunakan kata-kata seperti 'karena' atau 'sehingga' untuk menyiratkan bahwa kejahatannya merupakan tujuan yang harus dicapai.

Psikopat juga lebih sering bergumam yang diindikasikan oleh peneliti sebagai upaya untuk menyiratkan kesulitan menceritakan kembali kejahatannya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikopat beroperasi pada tingkat primitif namun rasional. Seorang peneliti ingat bagaimana psikopat membuat wawancara menjadi menarik karena kecerdikan dan sifat manipulatifnya yang alami.

"Sulit dipercaya. Anda bisa menghabiskan dua atau tiga jam dan merasa seperti terhipnotis," kata Michael Woodworth, penulis penelitian dan profesor psikologi yang mengkhususkan diri dalam psikopatologi seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (27/10/2011).

Psikopat sering dibingungkan dengan gangguan kepribadian lainnya. Scientific American menulis bagaimana menentukan seorang psikopat atau bukan dan karakteristik gangguannya:

Tes untuk menilai psikopat yang terbaik adalah Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh psikolog dari University of British Columbia, Robert D. Hare.

Prosedur ini memerlukan wawancara standar dengan subyek dan pemeriksaan catatannya, seperti catatn kriminal dan riwayat pendidikan. Analisis PCL-R mengungkapkan psikopat mimiliki setidaknya tiga ciri yang tumpang tindih tetapi terpisah, yaitu;
1. Kekurangan interpersonal (seperti kemegahan, kesombongan dan tipu daya)
2. Kekurangan afektif (kurangnya rasa bersalah dan empati, misalnya),
3. Dorongan dan perilaku kriminal (termasuk kejahatan seksual dan mencuri).

Baru-baru ini, sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa para bos empat kali lebih mungkin dikategorikan sebagai psikopat daripada populasi umum. Temuan itu dilaporkan dalam buku berjudul 'Snakes in Suits: When Psychopaths Go to Work'.

Namun jumlah bos psikopat ini masih rendah, yaitu 4 persen dari keseluruhan bos. Dalam kajian ini, sebanyak 1 persen dari populasi umum memiliki kecenderungan psikopat.
detikhealth.com
READ MORE - Psikopat Bisa Dikenali dari Cara Bicaranya

Jumat, 16 September 2011

6 Cara Agar Lebih Pede

Anda mungkin sering berpikir mengapa banyak perempuan cantik belum juga menemukan Mr Right. Dugaan Anda, mungkin perempuan ini terlalu picky. Atau, karena mereka jarang bergaul. Karena beberapa alasan inilah, Anda berpikir seharusnya dengan bergaul dan bersosialisasi, mereka bisa menemukan pasangan yang tepat.
Tetapi sebenarnya, ada masalah psikologis yang lebih dalam tentang alasan mengapa Anda masih sendiri, yaitu kepercayaan diri. Pasti Anda sudah sering mendengar hal ini ribuan kali. Orang yang percaya diri apa adanya dirinya, akan lebih menarik bagi banyak orang. Sebaliknya, jika Anda tidak percaya diri dengan diri Anda sendiri, Anda tidak akan membuat orang tertarik pada Anda. Jika ada orang yang tertarik pada Anda, kemungkinan orang itu tidak memenuhi kriteria pasangan yang Anda inginkan. Mungkin Anda mencoba untuk membohongi diri sendiri dengan berpura-pura bahagia, namun hal ini tidak akan membantu Anda menemukan pasangan yang benar-benar tepat.
Untuk mengatasi hal ini, coba introspeksi diri Anda, dan cobalah untuk meningkatkannya.

* Cara berjalan. Sebagai permulaan, Anda harus bisa menganggap diri Anda percaya diri. Berjalanlah dengan tegap dan gembira seperti saat Anda baru dipromosikan untuk jabatan baru, ataupun baru saja mendapatkan sebuah penghargaan. Berjalanlah dengan perasaan bangga dengan kemampuan Anda, namun pastikan bukan karena rasa sombong. Tegakkan kepala sehingga mata lurus menghadap ke depan, dan luruskan punggung. Secara psikologis, sugesti bahwa Anda percaya diri diikuti dengan perubahan cara berjalan akan memengaruhi otak Anda, dan lama-kelamaan Anda akan mulai percaya diri.

* Makeover penampilan Anda. Merombak penampilan tak hanya dengan mengubah cara berpakaian, atau mengganti model rambut, tetapi juga bentuk fisik Anda. Tak ada salahnya Anda mulai berolahraga untuk membuat tubuh lebih kencang dan bugar. Namun ingatlah, sebelum berkonsentrasi pada kepercayaan diri akibat bentuk fisik, ada baiknya konsentrasi pada kepercayaan diri dalam dalam terlebih dulu. Karena jika Anda berkonsentrasi lebih dulu pada inner confidence, maka kepercayaan diri ini akan berlangsung dalam segala situasi dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Caranya, cintai diri Anda dengan memberikan waktu lebih untuk memperhatikan diri sendiri. Lakukan berbagai kegiatan yang bisa membuat Anda rileks, baik tubuh dan pikiran. Belajarlah untuk menerima diri Anda sendiri tanpa memikirkan ukuran tubuh dan berat badan. Buatlah daftar berisi hal-hal positif dalam diri Anda. Simpan daftar ini sebagai pengingat bahwa diri Anda sangat istimewa, dan Anda adalah orang yang paling diinginkan sebagai pasangan hidup.

* Perkaya wawasan Anda. Untuk meningkatkan pengetahuan Anda mengenai hal-hal yang sedang banyak dibicarakan, biasakan untuk membaca. Informasi saat ini mudah diperoleh dari mana saja. Tambah juga wawasan Anda dengan membaca buku atau majalah yang topiknya merupakan minat Anda. Atau, cobalah untuk menuliskan berbagai pengalaman menarik atau renungan Anda mengenai kejadian sehari-hari. Yang paling penting adalah Anda tetap menstimulasi otak Anda dan menambah ilmu.

* Berhenti mengasihani diri. Tak peduli seberapa berat masa lalu Anda, tetaplah maju. Jangan terus terpuruk dan menyimpan trauma mengenai berbagai hal yang pernah dialami. Anda perlu menyingkirkan kemarahan, kekecewaan, dan rasa sakit. Cobalah untuk memaafkan orang lain yang pernah menyakiti Anda, dan berdamailah dengan diri Anda sendiri. Anda bisa membaca berbagai buku yang bisa memotivasi dan menginspirasi Anda untuk tetap maju. Untuk maju, Anda harus menerima masa lalu Anda, seberat apapun itu.

* Berani bertanggung jawab. Berani menerima tanggung jawab dari setiap perbuatan Anda juga sangat penting. Karena jika tidak, Anda tidak akan pernah belajar dari kesalahan dan butuh waktu lebih lama untuk memperbaikinya. Terima tanggung jawab atas kejadian yang tidak berjalan sesuai harapan Anda. Ambil lah kejadian tersebut berbagai pelajaran berharga.

* Selalu bersyukur. Hal ini juga penting Anda lakukan. Dengan bersyukur, Anda akan lebih bisa menerima kondisi dan keadaan diri kita. Anda tidak lagi membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang Anda anggap lebih hebat atau lebih beruntung. Anda justru akan mampu menggali hal-hal positif dari diri Anda, dan mulai belajar menonjolkannya.

Sumber: Your Modern Living
READ MORE - 6 Cara Agar Lebih Pede

Kamis, 25 Agustus 2011

4 Langkah Kunci untuk Langsing

4 Langkah Kunci untuk Langsing, Obesitas atau kegemukan tidak bisa dianggap sebagai suatu masalah sepele. Obesitas erat kaitannya dengan risiko beragam penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung dan diabetes, yang apabila tidak segera ditangani dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
Menurut dr. Samuel Oetoro, SpGK, ahli giizi dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Body Mass Index (BMI) atau Indeks Masa Tubuh telah diakui sebagai metode yang paling praktis dalam menentukan tingkat kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.
Samuel mengatakan, ada 4 (empat) elemen penting yang harus dijalankan seseorang dalam usahanya menurunkan berat badan. Keempat hal itu adalah pengaturan makanan, peningkatan aktivitas, berpikir positif, dan penunjang (obat atau tindakan).
1. Pengaturan makan
Menurut Samuel, dalam pengaturan makan yang harus selalu diingat adalah 3J, yaitu jumlah, jadwal dan jenis. Pada jumlah, orang yang kegemukan, jumlah makannya harus dikurangi (1000 kalori per hari). Untuk jadwal, makan harus 3 kali sehari (pagi, siang, malam).
"Adalah tindakan yang salah, jika seseorang ingin menurunkan berat badan, lantas tidak makan. Makan harus tetap tiga kali sehari," ucapnya.
Sementara untuk jenisnya, hindari makanan yang mengadung gula, karbohidrat sederhana, lemak, santan, dan daging berlemak. Sedangkan yang harus ditingkatkan adalah karbohidrat kompleks, cukup asupan protein (hewani dan nabati), dan makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
"Buah dan sayur tinggi antioksidan, cocok untuk program pelangsingan membakar lemak. Kalau tidak ditinggikan antioksidan, maka lepas radikal bebas berlebihan. Dan itu bisa merusak," katanya.
2. Olahraga
Untuk mendukung keberhasilan program pelangsingan, lakukanlah olahraga secara teratur dan pilihlah jenis latihan dengan intensitas rendah, seperti misanya berjalan (pelan tapi lama). Olahraga idealnya dilakukan minimal selama 30 menit, agar terjadi pembakaran lemak secara maksimal dalam tubuh. Lakukanlah seminggu minimal 3 kali, bahkan kalau bisa sampai 5 kali.
“Kalau sudah terjadi penurunan badan, otomatis lemak hilang dan kulit kendur. Setelah itu barulah mulai latihan beban untuk membentuk otot. Jadi jangan dari awal langsung latihan beban,” katanya.
3. Berpikir positif Menurut Samuel, penting artinya bagi seseorang mempunyai niat yang kuat, motivasi, dan jangan mudah patah semangat. Orang yang melakukan program penurunan berat badan suatu saat akan mengalami stagnasi atau berhenti atau bobotnya tidak bisa turun lagi. Tetapi dengan selalu berpikir positif dan tetap mengatur diet serta olahraga, niscaya akan berhasil.
4. Penunjang. Program pelangsingan, menurut Samuel, juga bisa menggunakan penunjang keberhasilan. Bentuknya bisa berupa obat, herbal, akupuntur, bahkan tindakan operasi di usus. Tetapi yang perlu dicatat, semua tindakan tersebut wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar terhindar dari risiko yang merugikan kesehatan.
"Karena banyak obat-obatan yang menyesatkan. Obat yang bukan untuk obesitas dipakai untuk menurunkan berat badan. Seperti diuretik, obat yang sering bikin kencing dan diare," katanya.
Menurut Samuel, berdasarkan indikasinya terdapat dua jenis obat yang digunakan untuk membantu program penurunan berat badan. Ada jenis obat yang bekerja di sentral atau otak, diserap masuk ke dalam aliran darah dan mempengaruhi otak. Ada juga obat yang bekerja di perifer. "Perifer artinya di pinggir dan bekerja hanya disaluran cerna saja," ujarnya.
http://health.kompas.com
READ MORE - 4 Langkah Kunci untuk Langsing

Jumat, 12 Agustus 2011

8 Mitos Anak Kembar

8 Mitos Anak Kembar, Rasa senang ketika tahu akan mendapatkan bayi kembar biasanya diiringi mitos-mitos menyesatkan dari sekitar. Jangan panik. Anda justru harus tenang dan mencari tahu sekaligus mengerti penjelasannya.

1. Mana kakak, mana adik?
Fakta: Mitos lokal yang mengatakan, bayi kembar yang lahir (keluar dari rahim) lebih dulu adalah adiknya, bukan kakak. Alasannya, karena si kakak "membantu" adiknya untuk keluar. Padahal, dunia kedokteran sepakat menyatakan, bayi yang lahir lebih dulu (berdasarkan tanggal dan waktu) adalah kakak, berikutnya baru adik.

2. Si baik vs si jahat
Fakta:  Dalam mitologi lama, si kembar selalu digambarkan sebagai si baik dan si jahat, atau pemimpin (biasanya yang lebih tua) dan pengikut. Katanya, ini terjadi karena salah satu dari mereka jenuh selalu dikait-kaitkan hingga ingin lebih unggul dari kembarannya, serta ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtua dan orang di sekitarnya.

Padahal, tidak pernah ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau kepribadian kembar sebagai bentuk jenis persaingan. Yang biasanya terjadi, anak kembar justru memiliki kepribadian dan talenta yang unik serta selalu ingin saling melengkapi. Misalnya, yang satu pintar di bidang akademik, yang lain lebih jago di olahraga.

3. Anak kembar tidak boleh satu sekolah karena bisa mengganggu prestasinya

Fakta: Ada beberapa sekolah yang menerapkan peraturan standar bahwa anak kembar tidak boleh ditempatkan di kelas yang sama. Alasannya, agar anak dapat mengembangkan identitas independen mereka dan tidak tergantung kembarannya. Malah, alasan lainnya lebih konyol, yaitu menjauhkan dari kemungkinan keduanya akan gagal jika berada di kelas atau sekolah yang sama.

Beberapa ahli justru menyarankan anak kembar untuk selalu bersama agar karakter, emosi, dan pertumbuhannya dapat berkembang lebih baik. Jika pemisahan dilakukan, maka hal itu malah dapat merusak pengalaman pendidikan mereka. Dari sisi psikologis, setiap anak kembar biasanya merasa nyaman berada di dekat kembarannya. Ketika salah satu dari mereka menghadapi masalah (pelajaran atau pertemanan), tentunya mereka akan lebih mudah untuk saling mendukung.

Yang jelas, orangtua yang memiliki anak kembar harus mempertimbangkan dan mengevaluasi pemilihan sekolah yang bisa memajukan kemampuan tiap-tiap anak, termasuk dinamika hubungan dan individu gaya belajar anak. Caranya, kenali kebutuhan dan kepribadian anak kembar Anda, juga hubungan mereka berdua. Selanjutnya, ajak mereka berdiskusi mengenai pilihan sekolahnya. Apakah ingin sekolah di tempat yang sama atau yang berbeda?

4. Jika salah satu anak kembar sakit, saudara kembarnya pasti sakit juga

Fakta: Inti dari mitos ini adalah anak kembar mempunyai kemampuan telepati. Contoh lainnya adalah jika yang satu tidak bisa menyelesaikan perkataannya, yang lainnya akan mampu membaca pikiran kembarannya dan menyelesaikan perkataannya. Ini terjadi karena anak kembar memiliki "bahasa kode" yang tidak dimengerti orang luar selain mereka sendiri atau idioglossia. Kemampuan ini timbul karena kedekatan emosional mereka sudah dimulai sejak sembilan bulan berada di rahim yang sama, yang begitu lahir dan tumbuh pun mereka selalu bersama.

Akan tetapi, hal yang hampir serupa juga bisa terjadi pada suami-istri, saudara dekat, teman baik (yang memiliki kesamaan genetik ekstrem).

5. Bayi kembar tidak bisa menerima ASI eksklusif, ibu harus memilih salah satu
Fakta:  Menyusui bayi kembar memang penuh tantangan, tetapi bukan tidak mungkin dilakukan. Untuk kembar dua, jika memungkinkan, Anda bisa menyusuinya bersamaan. Namun kalau tidak memungkinkan atau anak kembarnya lebih dari dua, sebelum jam menyusui, peraslah ASI Anda dengan menggunakan alat pemeras ASI manual atau elektrik dan menampungnya di botol-botol yang sudah dipersiapkan.

Saat waktu menyusui tiba, Anda tetap bisa menyusui anak-anak bersamaan (yang satu langsung ke payudara Anda, yang lainnya dengan botol), tanpa salah satu di antara mereka menangis terlebih dahulu karena kelaparan. Mintalah bantuan orang-orang di sekitar Anda untuk memudahkan kegiatan ini. Satu lagi, miliki buku untuk mencatat siapa yang mengisap payudara pertama kali dan siapa yang minum terakhir agar tidak lupa atau tertukar.

6. Hanya lelaki (yang terlahir kembar) yang dapat menurunkan gen kembar
Fakta
:  Tiap-tiap generasi, entah itu lelaki atau perempuan, dari keluarga tertentu yang memiliki peluang sama dalam melahirkan bayi kembar. Peluang akan semakin besar jika memang ada salah satu dari suami atau istri yang memiliki gen kembar.

Kemungkinan memiliki anak kembar biasanya juga bisa terjadi karena perempuan mengalami pelepasan sel telur secara berlebihan atau hiperovulasi. Pada akhirnya, hiperovulasi bisa menurun pada anaknya yang berjenis kelamin perempuan.

7. Hanya anak kembar yang bisa memiliki keturunan kembar
Fakta: Kehamilan kembar memang sangat mungkin terjadi pada pasangan yang memiliki keturunan kembar. Namun, pada era ilmu kedokteran yang sudah semakin maju, sudah tersedia obat pemicu tumbuh-kembang sel telur (biasanya yang memiliki masalah fungsi indung telur/ovarium).

Pada kasus ini terjadi pematangan dan pelepasan sel telur lebih dari satu yang kemudian dibuahi lebih dari satu sel sperma juga, hingga kehamilan kembar itu terjadi. Pembuahan dapat terjadi secara alami di dalam saluran telur atau di laboratorium pada kasus bayi tabung.

8. Anak kembar yang terpisah dari ibu mempunyai badan yang lebih pendek
Fakta:
Jika tinggi badan anak tidak setinggi ibunya, maka yang lebih logis adalah jika hal itu disebabkan gen bawaan dari orangtuanya, kurangnya asupan nutrisi, dan stres. Meski demikian, anak yang tidak dipisahkan dengan ibunya tentu akan mendapatkan perhatian lebih baik, dari segi fisik atau mental. Dengan demikian, masa tumbuh kembangnya bisa dilalui dengan optimal.

(Tabloid Nova/Ester Sondang)
READ MORE - 8 Mitos Anak Kembar